Mission Trip merupakan salah satu kegiatan penunjang PMNA, untuk mengajak para sahabat misi, jemaat dan gereja-gereja Tuhan di kota untuk melihat secara langsung pelayanan yang ada di daerah. Melalui kegiatan ini kita memperoleh pengalaman secara langsung melayani masyarakat di Pedesaan.

Mission Trip PMNA tahun 2017 sudah diadakan di:
• Jerili-Waipia, Ambon, Maluku Utara (20-25 Februari 2017)
• Teluk Dalam – Gido, Pulau Nias, Sumatera Utara (12-14 Mei 2017),
• Sorong-Maybrat-Raja AmpatPapua (21-26 September 2017)
• Pesaren, Bangka (4-6 Desember 2017).

MISSION TRIP TAHUN 2018

  1. Trip Expedition Suku Anak Dalam (SAD) Sarolangun – Jambi
    Dusun Kutur Suku Anak Dalam Jambi
    7-10 Maret 2018


    Mission Trip Pelayanan Misi Nafiri Allah  akan mengadakan KKR bersama  dan Baksos (Pengobatan Gratis Umum dan Gigi, Pembagian Kacamata Baca Gratis dan Gunting Rambut Gratis)
    di Dusun Kutur dan Dusun Mekar Jaya
    Sarolangun, Jambi

    Biaya perjalanan selama 4  hari 3 malam sebesar:
    Rp. 4.900.000,-/peserta(biaya tersebut sudah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, akomodasi dan makan 3x sehari)

Peserta terbatas hanya untuk 23 orang.
Pendaftaran akan ditutup jika sudah
terpenuhi 23 orang.

Saya ikut ambil bagian dan mau memberkati masyarakat Suku Anak Dalam, Sarolangon, Jambi dengan memberikan persembahan sebagai berikut:

      1.1 Paket Sembako sebanyak……………..
            Kebutuhan untuk Baksos 2 hari dibutuhkan 400 paket
            ( 1 Paket Rp.50.000 x 400 paket = Rp.20.000.000,- ).

       1.2.  KKR bersama sebesar  Rp.................
            ( Kebutuhan Biaya KKR Rp. 15.000.000,- X 3 malam
             = Rp.30.000.000,- ).

      1.3.  Pakaian baru dan atau pakaian layak sebanyak...........Pcs
             ( Kebutuhan 300 Pcs X 2 hari = 600 Pcs ).

          Total Terbilang...............................................

2. Mission Trip Flores Labuhan Bajo NTT

  Trip ini akan diadakan di bulan Juli 2018.
  Sejarah dan Legenda Pulau Komodo Flores


Pulau komodo ini terletak di bagian timur Indonesia, Jadi kamu harus bangga sebagai warga negara Indonesia mempunyai Pulau Komodo. Tak hanya itu saja kamu juga harus senang dan lebih berbangga karena pulau komodo masuk dalam 7 keajaiban alam dunia.

Tak sampai disitu saja, Pulau Komodo juga menjadi habitat bagi hewan purba langka yang masih hidup sampai saat ini, yaitu Komodo.

Sejarah Pulau Komodo
Komodo yang dikenal dengan nama ilmiah Varanus komodoensis adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Oleh penduduk setempat, komodo kerap disebut Ora.

Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.

Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.

Komodo ditemukan pada 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang.

Habitat komodo di alam bebas telah menyusut dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional didirikan untuk melindungi mereka.

Sebenarnya daya tarik Taman Nasional Komodo tidak semata-mata oleh kehadiran Komodo belaka. Seperti yang saya kutip dari situs resmi Kementerian Kehutanan yang mengelola situs Taman Nasional Komodo ini, panorama savana dan pemandangan bawah laut merupakan daya tarik pendukung yang potensial. Wisata bahari misalnya, memancing, snorkeling, diving, kano, bersampan.

Sedangkan di daratan, potensi wisata alam yang bisa dilakukan adalah pengamatan satwa, hiking, dan camping. Mengunjungi Taman Nasional Komodo dan menikmati pemandangan alam yang sangat menawan merupakan pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan.

Keberadaan Komodo di Pulau komodo ditemukan sekitar tahun 1911 oleh seorang belanda. Saat itu dia tidak sengaja melakukan perburuan di Pulau ini, lalu bertemu dengan komodo dan kemudian mendokumentasikan dalam bentuk foto.

Hasil foto tersebut di publikasikan di museum zoologi Bogor, dan pada tahun 1912 dokumentasi itu dipublikasikan secara luas hingga ke luar negeri. Tak lama berita tentang keberadaan biawak raksasa ini tersebar ke suluruh penjuru dunia.

Dari situ banyak ilmuan dari seluruh penjuru dunia datang untuk melakukan penelitian ilmiah, berikut ini rekam jejak yang kami kutip dari Loh Liang (Taman Nasional Komodo) tentang eksistensi komodo di pulau ini.

        1911 Penemuan Komodo oleh J.K.H Van Steyn
        1912 Pemberian nama ilmiah Varanus Komodoensis oleh P.A. Owens
        1912 SK. Sultan Bima tentang perlindungan Komodo
        1926 SK. Pemda Manggarai perlindungan Komodo
        1930 SK. Residen Flores perlindungan Komodo
        1931 Komodo Tercantum dalam daftar satwa yang mutlak dilindungi dalam UU Perlindungan binatang liar
        1938 Pembentukan Suaka Marga Satwa P. Rinca dan P.Padar
        1965 Pembentukan Suaka Marga Satwa Pulau Komodo
        1980 Pembentukan Taman Nasional Komodo
        1991 Penunjukan sebagai Warisan alam dunia oleh UNESCO
        1992 Komodo sebagai satwa nasional kepres No.4 Tahun 1992
        2013 Taman Nasional Komodo menjadi salah satu dari 7 keajaiban alam dunia

Tak hanya sejarah ilmiah saja yang tercatat di Loh Liang, anda juga perlu mengetahui cerita rakyat atau legenda tentang keberadaan komodo di pulau tersebut. Kisah ini bahkan anda bisa baca saat mengunjungi Loh Liang, ada sebuah banner yang menceritakan tentang asal muasal komodo.

 

3. Mission Trip Pulau Jawa (Bulan Oktober 2018)

4. Mission Trip/Natal Bersama di Pulau Bangka (Bulan Desember 2018)


Mari bergabung menjadi Tim Mission Trip PMNA

©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com