Di halaman rumah Rina ada pohon mangga yang sedang berbuah sangat lebat. Ketika musim panen tiba, buah mangga terkumpul begitu banyak hingga ibu sempat merasa kebingungan karena mangga tersebut bisa cepat membusuk. Melihat ibunya kebingungan, Rina berpikir keras dan mengusulkan ide untuk membuat es mangga segar yang bisa dibagikan atau dijual kepada warga sekitar. Hasilnya, mangga yang melimpah itu tidak terbuang percuma, melainkan menjadi berkat bagi banyak orang.
Hal tersebut mengingatkan kita pada bacaan Alkitab hari ini dari Kejadian 41:46–57. Ketika Yusuf dipercaya memimpin Mesir, ia dengan bijaksana mengumpulkan gandum selama tujuh tahun masa kelimpahan untuk menghadapi masa kelaparan. Yusuf menggunakan hikmat Tuhan untuk mengelola situasi tersebut dengan penuh tanggung jawab, sehingga bukan hanya rakyat Mesir yang selamat, tetapi banyak orang dari luar negeri juga bisa datang membeli makanan. Kolose 3:23 mengajarkan kita untuk melakukan segala sesuatu dengan segenap hati seperti untuk Tuhan. Kita pun dapat menerapkannya lewat hal-hal sederhana, seperti menggunakan uang jajan secara bijaksana, menyelesaikan tugas sekolah tepat waktu, atau merapikan mainan sendiri. Kita tidak perlu menunggu dewasa untuk menjadi anak yang bijaksana, sebab kita bisa memulainya dari hal kecil setiap hari. Mari belajar mengelola waktu, talenta, dan berkat Tuhan dengan penuh tanggung jawab untuk memuliakan nama-Nya. [YO]