Pernahkah ada seseorang yang berjanji kepada kita untuk mengingat atau memberikan sesuatu, tetapi ternyata ia malah melupakan janjinya begitu saja? Rasanya pasti sangat mengecewakan dan membuat kita merasa diabaikan, bukan? Perasaan seperti itu juga pasti pernah dirasakan oleh Yusuf. Setelah berhasil menolong juru minuman raja Firaun dengan menjelaskan arti mimpinya, Yusuf sangat berharap juru minuman itu akan mengingatnya dan membantunya keluar dari penjara yang gelap. Namun, juru minuman itu justru melupakan Yusuf selama dua tahun penuh! Hingga pada suatu hari, Firaun mengalami mimpi yang sangat membingungkan dan tidak ada satu pun orang pintar di istana yang sanggup mengartikannya. Pada saat itulah, ingatan juru minuman tersebut mendadak kembali kepada Yusuf. Ternyata, Tuhan sedang memakai waktu penantian Yusuf untuk mempersiapkan sebuah jalan yang luar biasa agar ia bisa keluar dari penjara dan masuk ke dalam istana untuk menjalankan rencana-Nya yang besar.
Menunggu memang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Terkadang, ada banyak hal yang kita inginkan agar segera terjadi, seperti menantikan jawaban atas doa kita, menunggu hari libur tiba, atau berharap kesulitan di sekolah bisa segera selesai. Namun, kisah Yusuf mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan memegang kendali penuh atas masa depan dan Ia tidak pernah melupakan umat-Nya. Walaupun sesuatu belum terjadi sesuai dengan keinginan kita, bukan berarti Tuhan tidak peduli. Tuhan selalu tahu waktu yang paling tepat dan indah untuk setiap rencana-Nya. Karena itu, mari kita belajar untuk bersabar, tetap setia berdoa, dan terus melakukan yang terbaik dalam segala hal sambil menantikan pertolongan Tuhan (Kolose 3:23). Manusia mungkin bisa lupa, tetapi Tuhan tidak pernah melupakan janji-Nya kepada kita. [VW]