Pernahkah kamu merasa jantungmu berdebar kencang karena panik saat menghadapi sesuatu yang menakutkan, seperti menghadapi ujian sekolah yang sulit, masuk ke lingkungan atau sekolah baru, atau bahkan ketika mendengar suara petir yang menggelegar di malam hari? Rasa cemas dan takut itu sering kali datang secara tiba-tiba dan membuat kita merasa kewalahan, seolah-olah kita sedang berada di tengah masalah besar yang tidak bisa kita selesaikan sendiri.
Situasi yang menegangkan juga pernah dialami oleh para murid dalam bacaan Alkitab hari ini dari Matius 8:23–27. Waktu itu Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya sedang naik perahu ketika tiba-tiba badai besar datang menerjang. Angin bertiup sangat kencang dan ombak yang besar membuat perahu mereka bergoyang hebat hingga hampir tenggelam. Murid-murid merasa sangat ketakutan dan segera membangunkan Yesus yang sedang tidur. Yesus kemudian bangun dan menegur angin serta danau tersebut, lalu seketika itu juga keadaan danau menjadi sangat tenang. Melalui cerita ini, kita belajar bahwa seperti para murid yang merasa takut saat badai datang, kita juga bisa merasa khawatir ketika menghadapi sesuatu yang sulit dalam hidup. Namun, kita dapat datang kepada Tuhan Yesus dan percaya bahwa Ia selalu menyertai kita dalam situasi apa pun. Ketika kita merasa khawatir atau bingung, kita dapat berdoa dan meminta pertolongan Tuhan. Kita juga perlu belajar percaya kepada Tuhan saat mengambil keputusan. Misalnya, ketika mendapat nilai yang kurang baik, kita tidak perlu terus-menerus merasa takut, melainkan berdoa, belajar lebih giat, serta meminta bantuan orang tua atau guru. Saat harus memilih antara melakukan hal yang benar atau menuruti keinginan sendiri, kita dapat mengingat firman Tuhan dan memilih untuk taat kepada-Nya. Mari belajar menyerahkan kekhawatiran kepada Yesus dan membiarkan-Nya memimpin serta mengambil keputusan dalam setiap langkah hidup kita. [VW]