Pernahkah kamu merasa ragu untuk berbuat jujur atau berbagi dengan teman karena takut merugi atau dimarahi? Misalnya, ketika tidak sengaja merusakkan mainan teman, ada rasa takut jika bersikap jujur akan membuatmu dimarahi. Atau saat memiliki makanan kesukaan, timbul rasa enggan untuk membaginya karena khawatir bagianmu menjadi berkurang. Sering kali, bersikap taat dan melakukan hal yang benar memang membutuhkan keberanian, terlebih saat kita belum mengetahui bagaimana hasil akhirnya. Namun, memilih untuk melakukan kebenaran dengan tulus adalah bentuk ketaatan yang sangat menyenangkan hati Tuhan.
Ketaatan yang tulus inilah yang ditunjukkan oleh Abraham dalam Kejadian 22:11-19. Saat Abraham siap mempersembahkan Ishak sebagai bentuk ketaatan penuh, malaikat Tuhan mencegahnya dan menyediakan seekor domba jantan yang tersangkut di semak-semak sebagai korban pengganti. Abraham kemudian menamai tempat itu "TUHAN Menyediakan" (Jehovah Jireh). Melalui peristiwa ini, kita belajar bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang taat kepada-Nya, melainkan selalu memberkati dan menyediakan apa yang kita perlukan pada waktu yang tepat. Sesuai dengan nasihat Filipi 4:8, mari kita memikirkan hal-hal yang benar, mulia, adil, dan manis dengan memilih untuk taat, jujur, serta penuh kasih tanpa rasa takut, sebab Tuhan pasti memelihara hidup orang-orang yang percaya kepada-Nya. [JH]