A FORGIVING HEART

Senin, 24 Agustus 2026

Ayat Hafalan

Mazmur 119:105

Ayo Renungkan

Pernahkah kamu menyimpan rasa marah atau kesal kepada adik, kakak, atau temanmu? Rasa dendam yang kita simpan itu seperti sebuah ransel yang diisi dengan batu-batu berat. Setiap kali kita menolak untuk memaafkan, kita seolah menambahkan batu baru ke dalamnya. Lama-kelamaan, ransel itu menjadi sangat berat dan membuat kita sendiri yang merasa lelah. Hal seperti inilah yang dirasakan oleh si anak sulung. Ketika pulang dari ladang dan melihat ayahnya membuat pesta besar untuk menyambut adiknya yang bertobat, ia merasa marah dan iri. Ia merasa tidak adil karena adiknya yang pernah bersalah justru disambut dengan meriah. Hatinya dipenuhi dengan "batu" kekesalan dan rasa dendam.
Di dalam bacaan Alkitab hari ini dari Lukas 15:25–32, kita melihat bagaimana sang ayah menanggapi kemarahan si anak sulung. Sang ayah tidak ikut marah, melainkan keluar menemuinya dan membujuknya dengan lembut. Ayahnya menjelaskan bahwa mereka harus bersukacita karena adiknya yang tadinya "hilang" kini telah kembali dan bertobat. Melalui kisah ini, kita belajar dua hal penting tentang hati Bapa di surga. Pertama, Tuhan selalu menyambut dengan sukacita setiap anak-Nya yang mau bertobat dan mengakui kesalahan. Kedua, Tuhan ingin kita memiliki hati yang mau mengampuni, bukan hati yang keras dan penuh rasa iri seperti si anak sulung. Mengampuni orang yang menyakiti kita memang tidak selalu mudah. Namun, saat kita mau memaafkan, kita sedang menurunkan "ransel batu" yang berat itu dari punggung kita, sehingga hati kita menjadi lega dan penuh dengan sukacita. Karena Tuhan sudah mengampuni kesalahan kita, mari kita belajar memaafkan orang lain yang bersalah kepada kita. [AZ]

Ayo Diskusi dengan Papa dan Mama

Pernahkah kamu merasa sulit memaafkan seseorang? "Batu" apa yang masih kamu simpan di ranselmu hari ini?
Apa yang harus kita lakukan jika ada yang menyakiti perasaan kita?

Ayo Berdoa

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu menyambutku dengan sukacita setiap kali aku datang bertobat kepada-Mu. Tolong aku supaya punya hati yang mau mengampuni seperti Bapa, bukan hati yang iri dan menyimpan dendam. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.

Ayo Lakukan

Hari ini, pikirkan satu orang yang masih membuatmu kesal atau sulit kamu maafkan. Ambil keputusan untuk mengampuni dia. Kamu bisa mendoakannya, menyapanya lebih dulu, atau berkata "aku memaafkanmu". Rasakan bagaimana hatimu menjadi lebih ringan setelah menurunkan satu "batu" dari ranselmu!

Tahukah Kamu

Pada zaman itu, menyembelih "anak lembu tambun" (anak sapi gemuk yang dipelihara khusus) adalah tanda perayaan yang paling besar dan istimewa. Seekor lembu tambun bisa memberi makan sangat banyak orang, jadi ini bukan pesta biasa, ini pesta paling meriah! Itu menunjukkan betapa besarnya sukacita sang Bapa ketika anaknya yang hilang akhirnya pulang.

Ayo Ucapkan

Aku mau punya hati yang mengampuni seperti Bapa, dan bersukacita saat orang lain kembali kepada Tuhan!
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com