Bayangkan jika Papa atau Mama memberimu sebuah puzzle yang terdiri atas ratusan kepingan. Pada awalnya, kamu tentu merasa sangat bersemangat untuk menyusunnya. Namun, setelah beberapa saat, tugas tersebut mulai terasa melelahkan karena ada kepingan yang sulit ditemukan. Kamu mungkin merasa ingin menyerah dan membiarkannya begitu saja. Padahal, jika kamu berhenti di tengah jalan, kamu tidak akan pernah melihat hasil gambar indah yang sebenarnya sudah disiapkan secara utuh.
Melalui bacaan Alkitab hari ini, kita belajar dari kisah Nabi Nuh yang menerima perintah luar biasa dari Tuhan. Tuhan meminta Nuh membangun sebuah bahtera besar lengkap dengan petunjuk ukuran dan bahan yang sangat rinci. Pada masa itu, hujan lebat apalagi air bah belum pernah terjadi, sehingga orang-orang di sekitarnya mungkin menganggap perbuatan Nuh aneh dan sia-sia. Namun, Nuh tidak goyah ataupun berhenti hanya karena orang lain tidak mengerti atau tidak mau ikut taat. Alkitab mencatat bahwa Nuh melakukan tepat seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya tanpa ada satu pun yang terlewat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun kadang merasa sendirian saat memilih untuk berbuat benar, seperti tetap jujur saat teman-teman menyontek atau tetap berbuat baik saat yang lain bersikap malas. Ingatlah bahwa Tuhan sangat menghargai anak-anak yang setia dan taat secara tuntas, sebab lebih baik menjadi satu-satunya orang yang taat kepada Tuhan daripada mengikut orang banyak melakukan hal yang salah. [CF]