Pak Dodi memberikan tugas kelompok kepada Bryan dan teman-temannya yang harus dikerjakan selama satu bulan. Setiap minggu, mereka wajib melaporkan perkembangannya karena tugas ini memiliki bobot nilai yang besar untuk kenaikan kelas. Awalnya, Bryan dan teman-temannya telah membagi tugas masing-masing. Namun, karena merasa waktu pengumpulan masih lama, mereka malah lebih asyik bermain game setiap pulang sekolah daripada mengerjakan tugas tersebut. Akhirnya, ketika waktu pengumpulan tiba, nilai mereka tidak maksimal karena mereka tidak taat pada petunjuk Pak Dodi.
Kisah Bryan dan teman-temannya mengingatkan kita pada bacaan Alkitab hari ini dalam Kejadian 6:5–12. Pada zaman dahulu, Tuhan melihat bahwa kejahatan manusia di bumi sangat besar dan segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan. Hal itu membuat hati Tuhan sangat bersedih dan berduka. Di tengah dunia yang penuh dengan kejahatan dan ketidaktaatan tersebut, ada satu orang yang memilih untuk hidup berbeda, yaitu Nuh. Nuh adalah orang yang benar, tidak bercela, dan hidup bergaul dengan Allah, sehingga ia mendapat kasih karunia di mata TUHAN. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun sering kali menghadapi godaan untuk ikut-ikutan melakukan hal yang salah. Mungkin kita tergiur melihat teman yang menyontek tetapi mendapat nilai bagus, atau teman yang suka berkata kasar tetapi memiliki banyak teman. Hal-hal itu mungkin terlihat menyenangkan di luar, tetapi Tuhan bersedih ketika melihat anak-anak-Nya tidak taat. Seperti Nuh, kita dipanggil untuk berani berjuang hidup benar dan jujur meskipun orang-orang di sekitar kita tidak taat. Yakinlah bahwa saat kita memilih untuk taat dan melakukan apa yang menyenangkan hati Tuhan, Ia akan selalu menjaga, melindungi, dan memberkati hidup kita. [EF]