Suatu hari, Nara menerima sebuah buku teka-teki bergambar. Di halaman pertama, ia hanya melihat potongan-potongan gambar yang tampak aneh dan membingungkan. Nara lalu berkata, "Aku tidak mengerti maksud gambar ini." Ayah kemudian mengajaknya membuka halaman demi halaman. Sedikit demi sedikit, potongan-potongan gambar itu mulai tersambung hingga akhirnya membentuk sebuah gambar yang sangat indah. Ayah pun tersenyum dan berkata, "Jika kita hanya melihat satu potongan saja, kita bisa merasa bingung. Namun, jika kita melihat seluruh potongannya, kita akan mengerti cerita utuhnya."
Sama seperti teka-teki gambar milik Nara, Alkitab juga bekerja dengan cara yang serupa. Di dalam Lukas 24:25–27, diceritakan bahwa dua murid Yesus sedang berjalan ke kota Emaus. Mereka merasa sedih dan bingung karena belum memahami mengapa Yesus harus menderita dan mati di kayu salib. Tuhan Yesus kemudian hadir dan menjelaskan kepada mereka seluruh isi Kitab Suci—mulai dari kitab-kitab Musa hingga kitab para nabi (Perjanjian Lama). Yesus menunjukkan bahwa semua kisah dan janji dalam Perjanjian Lama sebenarnya menceritakan tentang diri-Nya! Dari sini kita belajar bahwa Alkitab, dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, memuat satu rencana besar Tuhan yang indah, yaitu keselamatan manusia melalui Yesus Kristus. Saat membaca Alkitab, kita tidak hanya membaca cerita-cerita menarik tentang tokoh-tokoh hebat, melainkan sedang melihat bagaimana Tuhan mengasihi kita dan mengarahkan semuanya kepada Yesus. Dalam kehidupan sehari-hari, memahami rencana Tuhan ini membuat kita semakin mengenal Yesus. Ketika kita mengenal-Nya lebih dekat, kita belajar untuk selalu percaya bahwa Yesus selalu ada dan setia menyertai kita, bahkan saat kita sedang sedih, cemas, atau bingung dengan masalah di sekolah dan rumah. [JH]