Suatu hari, David tidak sengaja mendorong temannya hingga terjatuh saat bermain. Karena merasa bersalah dan takut dimarahi, David langsung bersembunyi di sudut halaman sekolah. Namun, ibu guru datang dan memanggil nama David dengan lembut. Ibu guru tidak berniat menakut-nakutinya, melainkan ingin membantu David mengakui kesalahannya, meminta maaf, dan berbaikan kembali dengan temannya.
Perasaan takut dan malu seperti yang dialami David juga dirasakan oleh Adam dan Hawa dalam Kejadian 3:8–15. Setelah melanggar perintah Allah, mereka mendengar suara Tuhan berjalan di taman, lalu mereka bersembunyi di antara pohon-pohon. Namun, Tuhan yang penuh kasih tidak meninggalkan mereka. Tuhan justru memanggil dan mencari mereka, "Di manakah engkau?" Meskipun Tuhan sedih atas dosa mereka, Dia tetap menyediakan jalan pemulihan karena kasih-Nya yang sangat besar. Kadang-kadang kita juga bisa berbuat salah, seperti berbohong, tidak taat kepada Papa dan Mama, atau menyakiti perasaan teman. Rasa bersalah sering kali membuat kita ingin bersembunyi atau menjauh dari Tuhan. Namun ingatlah, Tuhan adalah Allah yang penuh kasih! Saat kita berbuat salah, Dia tidak ingin kita terus bersembunyi. Tuhan ingin kita datang kepada-Nya dengan jujur, mengakui kesalahan, dan memohon ampun. Kasih Tuhan jauh lebih besar daripada kesalahan kita. Jangan takut datang kepada Tuhan, karena Dia selalu siap mengampuni dan memulihkan kita! [MC]