Hari Sabtu kemarin, Mama mengajak Asher menanam pohon mangga di belakang rumah. Asher sangat bersemangat karena mangga adalah buah kesukaannya! Saat melihat biji mangga yang akan ditanam, Asher terkejut karena ukurannya sangat kecil, bahkan tidak sebesar kepalan tangannya. Ia penasaran dan bertanya kepada Mama apakah biji sekecil ini bisa bertumbuh menjadi pohon yang besar seperti di rumah kakek. Mama pun menjelaskan, "Asher, biji mangga memang terlihat kecil. Namun jika disiram setiap hari, mendapat sinar matahari, dan dirawat dengan baik, lama-kelamaan biji ini akan tumbuh menjadi pohon yang besar, kuat, dan berbuah manis."
Firman Tuhan itu seperti benih yang ditanam di dalam hati kita. Semakin sering kita membaca Alkitab, mendengarkan renungan, menghafal ayat, dan membicarakannya bersama Papa dan Mama, firman itu akan semakin bertumbuh kuat di dalam hati kita. Firman Tuhan akan menolong kita untuk semakin mengenal-Nya, belajar berkata jujur, mengasihi sesama, taat kepada orang tua, dan mengambil keputusan yang menyenangkan hati Tuhan. Tuhan ingin firman-Nya menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari, bukan hanya saat kita berada di sekolah minggu atau gereja. Dalam Ulangan 6:4–9, Tuhan berpesan agar keluarga membicarakan firman-Nya kapan saja, saat duduk di rumah, dalam perjalanan, sebelum tidur, hingga saat bangun pagi. Ketika kita dan keluarga membiasakan diri membicarakan Firman Tuhan dalam setiap kegiatan, hati kita akan semakin dipenuhi dengan kasih Tuhan dan tumbuh menjadi anak yang taat. [VW]