Saat liburan sekolah, Sharon dan keluarganya pergi ke Surabaya untuk mengunjungi kota kelahiran Papa Sharon. Suatu hari mereka ingin pergi ke mal. Mama ingin menyalakan GPS di ponsel, tetapi Papa berkata, "Sepertinya tidak perlu menggunakan GPS, Papa masih ingat jalannya." Namun, setelah beberapa saat berkendara, Sharon dan keluarganya tak kunjung sampai, padahal jarak mal dari hotel tidak terlalu jauh. Akhirnya Mama berkata, "Ayo, kita ikuti GPS saja, Pa." Papa pun setuju. Setelah mengikuti petunjuk GPS, mereka akhirnya sampai di mal dengan selamat.
Sama seperti GPS yang menunjukkan jalan yang benar, Alkitab adalah petunjuk dari Tuhan bagi hidup kita. Sesuai dengan ayat hafalan kita di Mazmur 119:105, firman-Nya adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita. Saat kita mengikuti firman Tuhan, kita akan dituntun untuk berjalan di jalan yang benar. Firman Tuhan mengajarkan kita mana yang benar dan mana yang salah, serta menolong kita untuk membuat pilihan yang menyenangkan hati Tuhan. Setiap hari, kita dihadapkan oleh banyak pilihan, seperti apakah kita akan menyontek saat kesulitan dalam ujian matematika, memaafkan teman yang sudah menyakiti, berkata jujur kepada Papa dan Mama, atau menolak ajakan teman untuk berbuat tidak baik. Saat kita bingung, Alkitab menjadi GPS yang menunjukkan arah hidup yang benar. Ketika kita terus membaca, percaya, dan melakukan firman Tuhan, kita sedang membiarkan Tuhan yang memimpin langkah hidup kita. Karena itu, mari kita menjadikan Alkitab sebagai GPS dalam hidup kita! Rajinlah membaca dan merenungkan firman Tuhan, mendengarkannya saat di Sekolah Minggu, dan tidak lupa melakukannya setiap hari. Dengan begitu, Tuhan akan menuntun setiap langkah kita sehingga kita tidak mudah tersesat, melainkan terus berjalan di jalan yang menyenangkan hati Tuhan! [VW]