Di tengah hidup yang penuh ketidakpastian, banyak orang merindukan kehidupan yang aman dan terkendali—pekerjaan yang stabil, relasi yang baik, serta keyakinan bahwa segala sesuatu akan berjalan sesuai dengan rencana. Kita biasanya merasa nyaman ketika tahu apa yang akan terjadi, ketika keadaan dapat kita kendalikan, dan ketika hidup berjalan seperti yang sudah kita kenal. Namun, tidak selalu demikian cara Tuhan menuntun kita. Ada kalanya Tuhan membawa kita melewati situasi yang tidak nyaman, tidak pasti, bahkan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Sebab melalui keadaan seperti itulah Tuhan dapat mengajar kita untuk semakin percaya, bergantung kepada-Nya, dan bertumbuh dalam iman.
Seperti yang terjadi pada murid-murid Yesus dalam bacaan Alkitab hari ini. Tuhan menyuruh mereka naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang. Namun ketika dalam perjalanan, mereka mengalami goncangan badai. Tentunya Tuhan memahami ketakutan mereka ketika gelombang menerjang. Namun, alih-alih langsung mengubah situasi, Tuhan membiarkan mereka berada di tengah badai. Badai itu tidak berarti bahwa mereka sedang berada di jalan yang salah. Mereka berada di dalam perahu karena Yesus sendiri yang menyuruh mereka untuk pergi. Dengan kata lain, ketidaknyamanan yang mereka alami bukanlah tanda bahwa Tuhan meninggalkan mereka. Justru di tengah situasi yang tidak dapat mereka kendalikan, Tuhan sedang mengarahkan mereka dalam pertumbuhan iman yang semakin percaya dan mengenal-Nya. Tuhan yang sama yang telah menyertai Petrus dan para murid juga senantiasa memberi kita ruang untuk bertumbuh melalui ketidaknyamanan yang Ia izinkan terjadi dalam kehidupan kita. Entah itu ketika kita diperhadapkan dengan orang-orang yang sulit, ketika menerima teguran atau kritik, dan ketika kita mengalami kehilangan. Dan mungkin, ada di antara kita yang saat ini sedang berada dalam "badai" yang sangat personal—sebuah situasi yang tidak pernah kita pilih, tidak kita mengerti, dan kita berharap Tuhan segera mengubahnya. Namun di tengah keadaan itu Tuhan mengundang kita untuk belajar sesuatu yang tidak mungkin kita pelajari saat hidup terasa nyaman, yaitu belajar percaya ketika kita tidak memiliki kendali, belajar taat pada kebenaran ketika kita belum memahami seluruh jalan-Nya, dan belajar mengenal Tuhan dengan sangat nyata. Sebab terkadang Tuhan tidak mengubah situasi karena Ia sedang menggunakan situasi itu untuk membuat kita bertumbuh. [SR]