Ada orang yang sudah lama berada dalam satu gereja, tetapi hidupnya masih seperti penonton. Mereka datang, mendengar firman, menerima pelayanan, menikmati komunitas, terus meminta Tuhan memberkati dan memakai hidup mereka, tetapi tidak pernah benar-benar merenungkan apa yang Tuhan mau dirinya lakukan dengan semua yang sudah ia terima. Kita dapat begitu nyaman berada di bangku penonton sampai lupa bahwa menjadi murid berarti terus menerima kebenaran, bertumbuh di dalamnya, lalu menghidupinya melalui apa yang Tuhan percayakan kepada kita. Kerajaan Allah tidak membutuhkan lebih banyak penonton; Tuhan sedang membentuk murid-murid yang bersedia mengambil bagian di dalam pekerjaan-Nya.
Petrus berpesan, "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah." (1 Pet. 4:10). Karunia yang kita miliki bukan hasil usaha kita untuk dibanggakan, melainkan pemberian kasih karunia yang harus dipertanggungjawabkan. Tuhan memberi kita talenta, kesempatan, pengalaman, waktu, dan pengaruh bukan tanpa tujuan; Ia mempercayakannya agar melalui kita, orang lain mengalami kasih Tuhan. Apa yang kita terima dari Tuhan selalu diiringi tanggung jawab untuk menjadi berkat bagi orang lain. Karena itu, berhentilah menunggu merasa cukup siap, cukup hebat, atau cukup rohani untuk mulai terlibat dalam pelayanan. Mulailah dengan apa yang ada di tangan Anda. Tanyakan kepada pelayan di gereja atau mentor rohani Anda, apa yang bisa Anda lakukan dengan itu untuk melayani Tuhan. Jika Tuhan memberi pengalaman, bagikan. Jika Tuhan memberi kompetensi, kelola dan kembangkan. Jika Tuhan menempatkan seseorang di dekat Anda, investasikan hidup Anda atasnya. Jangan berhenti sebagai penerima; bertumbuhlah menjadi pengelola yang setia. Dengan begitulah kita dapat berkata seperti Paulus, "kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia." (1 Kor. 15:10). Ingat, Anda tidak dipanggil untuk duduk di pinggir lapangan dan menyaksikan pekerjaan Tuhan. Get off the sidelines. Your gift was given for a purpose. Berhentilah hanya menjadi penonton. Karunia Anda diberikan untuk suatu tujuan. [LS]