Jemaat Efesus menunjukkan kepada kita realita yang mengerikan, di mana kita bisa begitu aktif melayani Tuhan namun dengan hati yang jauh dari pada-Nya. Nyatanya, jemaat Efesus bukanlah jemaat yang tidak mengenal kebenaran. Paulus yang pernah melayani di kota ini, telah membangun jemaat dengan dasar pengajaran yang kuat (Kis. 19; 20:17-38). Dari luar, jemaat di Efesus terlihat sehat dan kuat secara rohani. Mereka bekerja keras, tekun menghadapi kesulitan, tidak menolerir kejahatan, mampu menguji pengajar-pengajar palsu, bahkan sabar menderita demi nama Yesus. Namun ironisnya, Yesus mencela mereka karena telah meninggalkan kasih mereka yang semula. Kata "meninggalkan" (aphēkes) berarti melepaskan atau menanggalkan. Jadi, masalah jemaat Efesus adalah soal kasih yang telah mereka tinggalkan. Mereka masih memiliki ketekunan, pelayanan, doktrin yang benar, dan daya tahan dalam penderitaan, tetapi kasih yang dahulu menggerakkan kehidupan mereka bagi Kristus tidak lagi menjadi dasar dari semuanya itu.
Kita pun perlu memeriksa motivasi hati kita. Yesus memperingatkan, "ingatlah," "bertobatlah," dan "lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan" (ay. 5). Kata "ingatlah" adalah perintah agar kita mengingat kembali bagaimana dahulu hati kita merespons Tuhan. Ingat kerinduan kita saat pertama kali menyadari kasih karunia-Nya. Ingat bagaimana dahulu kita menikmati doa, firman, pujian, dan pelayanan yang kita persembahkan sebagai respons kasih kita kepada Kristus. Kemudian, "bertobatlah". Ini bukan hanya perasaan bersalah karena hati kita telah menjadi dingin, tetapi berbalik dan mengubah pikiran serta arah hidup kita. Karena itu, Yesus melanjutkan dengan perintah, "lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan." Yesus menghubungkan pertobatan dengan tindakan nyata, dan itu harus segera dipraktikkan. Berdoalah kembali dengan sungguh-sungguh. Bukalah firman dan biarkan Tuhan menegur, mengingatkan, dan membentuk cara berpikir kita. Sembahlah Tuhan dengan sepenuh hati. Layanilah Tuhan dengan hati yang tertuju pada-Nya. Demikianlah langkah yang kita perlukan untuk kembali pada kasih yang semula. [RS]