DON’T LET YOUR HEART GROW COLD

Minggu,27 September 2026

BACAAN ALKITAB HARI INI

Wahyu 2:1-7

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Wahyu 2:4-5a

RENUNGAN INSPIRASI

Jemaat Efesus menunjukkan kepada kita realita yang mengerikan, di mana kita bisa begitu aktif melayani Tuhan namun dengan hati yang jauh dari pada-Nya. Nyatanya, jemaat Efesus bukanlah jemaat yang tidak mengenal kebenaran. Paulus yang pernah melayani di kota ini, telah membangun jemaat dengan dasar pengajaran yang kuat (Kis. 19; 20:17-38). Dari luar, jemaat di Efesus terlihat sehat dan kuat secara rohani. Mereka bekerja keras, tekun menghadapi kesulitan, tidak menolerir kejahatan, mampu menguji pengajar-pengajar palsu, bahkan sabar menderita demi nama Yesus. Namun ironisnya, Yesus mencela mereka karena telah meninggalkan kasih mereka yang semula. Kata "meninggalkan" (aphēkes) berarti melepaskan atau menanggalkan. Jadi, masalah jemaat Efesus adalah soal kasih yang telah mereka tinggalkan. Mereka masih memiliki ketekunan, pelayanan, doktrin yang benar, dan daya tahan dalam penderitaan, tetapi kasih yang dahulu menggerakkan kehidupan mereka bagi Kristus tidak lagi menjadi dasar dari semuanya itu.
Kita pun perlu memeriksa motivasi hati kita. Yesus memperingatkan, "ingatlah," "bertobatlah," dan "lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan" (ay. 5). Kata "ingatlah" adalah perintah agar kita mengingat kembali bagaimana dahulu hati kita merespons Tuhan. Ingat kerinduan kita saat pertama kali menyadari kasih karunia-Nya. Ingat bagaimana dahulu kita menikmati doa, firman, pujian, dan pelayanan yang kita persembahkan sebagai respons kasih kita kepada Kristus. Kemudian, "bertobatlah". Ini bukan hanya perasaan bersalah karena hati kita telah menjadi dingin, tetapi berbalik dan mengubah pikiran serta arah hidup kita. Karena itu, Yesus melanjutkan dengan perintah, "lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan." Yesus menghubungkan pertobatan dengan tindakan nyata, dan itu harus segera dipraktikkan. Berdoalah kembali dengan sungguh-sungguh. Bukalah firman dan biarkan Tuhan menegur, mengingatkan, dan membentuk cara berpikir kita. Sembahlah Tuhan dengan sepenuh hati. Layanilah Tuhan dengan hati yang tertuju pada-Nya. Demikianlah langkah yang kita perlukan untuk kembali pada kasih yang semula. [RS]

REFLEKSI DIRI

1. Apakah Anda merasa jenuh dalam menjalankan rutinitas rohani? Di bagian mana dalam kehidupan rohani Anda yang mulai terasa seperti kewajiban?
2. Hal apa yang perlu Anda lakukan untuk memulihkan persekutuan Anda dengan Tuhan?

POKOK DOA

Bapa, mohon ampuni aku yang begitu sibuk melayani, namun hatiku jauh dari-Mu. Jangan biarkan aktivitas rohaniku menggantikan kerinduanku kepada-Mu. Aku mau bertobat dan kembali melakukan segala sesuatu dengan kasih kepada-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Miliki waktu khusus untuk berhenti dari kesibukan dan datang kepada Tuhan. Ingatlah bagaimana Tuhan pertama kali menarik hati Anda kepada-Nya, akui bagian yang mulai menjadi dingin, dan lakukan kembali satu kebiasaan rohani yang dahulu Anda lakukan dengan sukacita.

HIKMAT HARI INI

Kesibukan dalam pekerjaan Tuhan tidak pernah dapat menggantikan kehangatan kasih kita kepada Tuhan yang kita layani.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com