Jemaat di Sardis memiliki reputasi sebagai jemaat yang hidup. Vance Havner, pengkhotbah yang sering "membangunkan" orang Kristen yang tidur secara rohani, menggambarkan jemaat Sardis sebagai gereja yang sibuk dengan pertemuan, dipenuhi komite, promosi, dan publisitas. Gereja ini punya banyak acara. Tak heran Sardis dikenal sebagai gereja yang hidup, aktif, dan terus berkembang. Tetapi Tuhan Yesus melihat kenyataan yang lain, "Engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! (Why. 3:1). Secara lahiriah, mereka tampak baik-baik saja, tetapi kehidupan rohani mereka sesungguhnya dalam kondisi sangat memprihatinkan dan hampir mati. Karena itu, Tuhan Yesus memberikan "wake-up call": "Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati". Disini Tuhan tidak hanya menegur, tetapi juga memanggil mereka untuk segera bertindak sebelum kerohanian mereka yang kritis itu benar-benar mati. Jemaat Sardis harus menanggalkan reputasi mereka dan secara jujur menghadapi kondisi rohani mereka di hadapan Tuhan.
Kondisi jemaat Sardis juga sangat mungkin terjadi dalam kehidupan kita. Setiap minggu, kita bisa berada di ruang ibadah yang penuh. Daftar pelayanan kita selalu terisi. Kita aktif di dalam CORE, bahkan mungkin menjabat suatu tugas khusus. Namun, aktivitas rohani tidak otomatis menunjukkan bahwa kerohanian kita hidup di hadapan Tuhan. Kita bisa begitu sibuk melakukan ini dan itu untuk Tuhan, tanpa benar-benar mengenal hati-Nya. Sebagaimana yang dikatakan Tuhan Yesus, "sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku." Meski mereka melakukan pekerjaan rohani, tetapi mereka tidak memenuhi standar Allah yang juga menuntut niat, tujuan, serta kualitas dalam semua perbuatan. Setiap pekerjaan harus dilakukan dengan hati dan cara yang menunjukkan kesempurnaan di hadapan Allah. Karena itu, "Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati". Perkuat area kerohanian kita yang masih menunjukkan adanya kehidupan dan respons kepada Tuhan. Ingat kembali pengajaran-pengajaran firman Allah yang sejak semula kita dengar dan terima dari-Nya. Kebenaran firman yang dahulu mengubahkan hati kita mungkin masih kita ketahui, tetapi mulai berhenti kita hidupi. Hari ini Kristus memanggil kita untuk mengingatnya, menaatinya, dan bertobat. Jika firman hanya menjadi pengetahuan tanpa ketaatan, bangunlah! Jika pelayanan semakin banyak tetapi hati semakin jauh dari Tuhan, bangunlah! Jika dosa yang dahulu kita lawan mulai kita toleransi, bangunlah! Minta Roh Kudus menunjukkan area yang perlu diperkuat. Sebab jika kita tidak berjaga-jaga, Kristus akan datang seperti pencuri. Jadilah orang Kristen yang siap siaga. Jangan sampai kita begitu sibuk mempertahankan apa yang terlihat oleh manusia, tetapi kehilangan apa yang berharga di hadapan Tuhan. [LS]