Saat menginap di hotel, kita dapat memanfaatkan layanan "wake-up call" agar operator hotel membangunkan kita dari tidur pada jam tertentu. Istilah "wake-up call" yang bermula dari dunia perhotelan, kini berkembang menjadi idiom populer untuk mengingatkan atau menyadarkan seseorang akan suatu masalah, bahaya, atau kebutuhan mendesak.
Nyatanya, kehidupan rohani kita juga membutuhkan "wake-up call". Banyak orang tidak sadar kerohaniannya sedang tertidur. Paulus berkata, "saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur." Paulus menggunakan gambaran tidur untuk menjelaskan keadaan seseorang yang tidak menyadari realitas yang berlangsung di sekitarnya. Orang yang tidur tidak waspada dan tidak siap jika terjadi sesuatu. Inilah bahayanya tidur rohani. Seseorang dapat tetap menjalani "rutinitas orang Kristen", tetapi kehilangan kewaspadaan rohani. Ia datang ibadah, tapi hatinya tak lagi peka terhadap firman. Ia melayani, tetapi tak lagi memeriksa motivasinya. Ia tahu ada dosa yang harus ditinggalkan, tetapi terus berkata "nanti". Ia tahu ada hubungan yang harus dipulihkan, tetapi terus bersikap masa bodoh. Orang yang tidur rohani membiarkan dirinya kehilangan "sense of urgency" terhadap Tuhan dan perkara rohani. Karena itu, Paulus meminta orang percaya bangun dari tidur oleh karena sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita daripada waktu kita menjadi percaya. Kita telah menerima keselamatan di dalam Kristus, tetapi kita masih menantikan kepenuhannya saat Kristus datang kembali. Artinya, hari demi hari yang kita jalani membawa kita semakin dekat kepada hari dimana Kristus menyatakan kemenangan-Nya secara sempurna. Karenanya, jangan hidup dengan mentalitas, "Saya masih punya banyak waktu". Kita tidak tahu tanggalnya, tetapi ketidaktahuan kita tidak membatalkan kepastian akan kedatangan-Nya yang semakin dekat. Ingat, "wake-up call" dari Tuhan selalu menuntut respons. Ada sesuatu yang harus kita tinggalkan, dan ada hal-hal baru yang harus kita jalani dan hidupi. Pastikan kita hidup dengan sopan, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Inilah "wake-up call" yang Tuhan berikan. Jangan sampai ketika Sang Tuan datang, kita masih tertidur. Bangun! Jalani hari dengan hati yang berjaga-jaga, waspada, dan bersiap menyambut-Nya. [LS]