Tahukah Anda, seseorang bisa hidup di negara yang merdeka, memiliki pekerjaan yang baik, tabungan yang cukup, bahkan keluarga yang utuh, tetapi tetap menjadi budak kekhawatiran. Hari demi hari pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan buruk seperti, "Bagaimana jika rencana saya gagal?", "Bagaimana jika jabatan saya dicopot?", "Bagaimana jika saya tidak sembuh?" Tanpa disadari, kekhawatiran mulai menguasai hati, menguras sukacita, dan mencuri damai sejahtera yang Tuhan sediakan.
Jika hari ini Anda begitu mengkhawatirkan banyak hal, Paulus memberi tahu kita satu kebenaran: "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?" (Rm. 8:32). Jika Allah telah memberikan yang paling berharga, yaitu Anak-Nya sendiri, mengapa kita masih meragukan pemeliharaan-Nya atas kebutuhan hidup kita? Salib Kristus adalah bukti bahwa kasih Allah kepada kita bukanlah janji kosong. Salib Kristus memberi kita kepastian bahwa Bapa yang telah mengaruniakan Anak-Nya tidak akan meninggalkan anak-anak-Nya untuk menjalani hidup sendirian. Karena itu, kekhawatiran tidak lagi memiliki tempat untuk menguasai hati orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Di akhir pasal bacaan Alkitab hari ini, Paulus bahkan berkata bahwa penderitaan, kesesakan, aniaya, kelaparan, bahaya, bahkan maut sekali pun tidak dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus (Rm. 8:35-39). Perhatikan bahwa Allah bukan menjanjikan hidup tanpa masalah, tetapi Ia menjanjikan kasih-Nya yang akan tetap menyertai kita di tengah setiap pergumulan. Inilah kemerdekaan sejati di dalam Kristus. Kita bebas bukan karena tiba-tiba semua masalah hilang, tetapi karena kita tidak lagi hidup dikuasai bayang-bayang kekhawatiran akan hidup ini. Kita bebas mempercayai Bapa yang telah membuktikan kasih-Nya melalui salib Kristus dan yang akan tetap memegang hidup kita sampai selama-lamanya. Karena itu, kita tetap bekerja dengan tekun, merencanakan masa depan dengan bijaksana, dan bertanggung jawab atas setiap tugas yang Tuhan percayakan; namun kita tidak lagi menjalani hidup seolah-olah segalanya bergantung pada kita. Hari ini, mari kita menyerahkan setiap kekhawatiran kepada Tuhan dan belajar hidup dalam kepercayaan pada pemeliharaan-Nya. Orang yang benar-benar merdeka bukanlah orang yang hidup tanpa masalah, melainkan orang yang tetap memiliki damai Sejahtera karena mengetahui hidupnya berada di dalam tangan Bapa. [JW, LS]