Ketika membaca bacaan Alkitab hari ini, sering kali fokus kita hanya tertuju pada Yusuf, anak kesayangan Yakub yang mengalami pengkhianatan, dijual ke Mesir, lalu dipakai Tuhan secara luar biasa. Namun di balik kisah Yusuf, Tuhan juga membentuk seorang yang lain yang jarang kita perhatikan, yaitu Yehuda.
Yehuda bukan sosok yang sejak awal terlihat baik. Bahkan dialah yang mengusulkan supaya Yusuf dijual. Ia menjadi salah satu penyebab penderitaan adiknya sendiri. Jika melihat masa lalunya, mungkin kita berpikir bahwa hidup Yehuda sudah gagal dan tidak layak dipakai Tuhan. Namun ternyata Tuhan tidak berhenti bekerja dalam hidup Yehuda. Tahun demi tahun berlalu, dan Tuhan memproses hatinya. Yehuda yang dahulu egois berubah menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan rela berkorban. Hal ini terlihat jelas ketika Benyamin terancam ditahan di Mesir. Yehuda maju dan berkata, "Oleh sebab itu, baiklah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu, dan biarlah anak itu pulang bersama-sama dengan saudara-saudaranya." (Kej 44:33). Yehuda merelakan dirinya demi menyelamatkan adiknya dan menjaga hati ayahnya. Perkataan dan perubahan sikap Yehuda ini pun meluluhkan hati Yusuf. Tetapi lebih daripada itu, perubahan Yehuda ini menunjukkan bahwa Tuhan sanggup mengubah seorang yang pernah gagal menjadi pribadi yang memiliki jiwa seorang pemimpin. Yang mana kita tahu bahwa tongkat kerajaan justru lahir dari Yehuda. Dari suku Yehuda, lahir raja-raja Israel, bahkan sampai kepada Yesus Kristus. Ini membuktikan bahwa kegagalan manusia tak pernah lebih besar daripada kasih karunia Tuhan. Anda mungkin mengalami masa lalu yang kelam. Anda mungkin menyesali keputusan-keputusan yang salah. Kisah Yehuda mengajarkan bahwa Tuhan tidak mencari manusia yang sempurna. Tuhan mencari hati yang mau dibentuk. Kegagalan mungkin menorehkan luka, tetapi kegagalan tidak bisa membatalkan rencana Tuhan atas hidup kita. Selama kita tetap datang kepada Tuhan dan mau diproses, Tuhan sanggup mengubah hidup yang berantakan menjadi alat bagi kemuliaan-Nya. [RS]