Yope adalah sebuah kota pelabuhan yang penting di Israel dan menjadi tempat terjadinya beberapa peristiwa yang dicatat dalam Alkitab. Salah satunya adalah kisah Dorkas (Tabita), seorang murid Kristus yang dikenal karena kasih dan kemurahan hatinya (Kis. 9:36-43). Dorkas bukan dikenal sebagai pemimpin besar, pengkhotbah terkenal, atau pribadi yang memiliki kedudukan penting. Namun, ia setia menggunakan kemampuan yang Tuhan berikan untuk melayani orang lain. Dengan keterampilannya membuat pakaian, ia memberkati banyak janda yang membutuhkan. Ketika ia meninggal, banyak orang menangisinya karena mereka telah merasakan kasih Tuhan melalui hidupnya.
Kisah Dorkas mengingatkan kita bahwa Tuhan mempercayakan berbagai karunia, kemampuan, kesempatan, dan sumber daya kepada setiap kita. Talenta kita tidak sama, tetapi kita telah menerima sesuatu yang dapat dipakai untuk melayani dan menjadi berkat. Masalahnya, kita sering membandingkan diri dengan orang lain lalu merasa tidak cukup mampu, tidak cukup berbakat, atau tidak cukup penting untuk melayani. Akibatnya, karunia yang Tuhan berikan justru dibiarkan tidak berkembang. Padahal Tuhan tidak meminta kita menjadi seperti orang lain. Ia memanggil kita untuk setia mengelola apa yang telah Ia percayakan kepada kita. Sebagaimana dalam perumpamaan talenta (Mat. 25:14-30), Tuhan berkenan kepada hamba yang setia mengelola kepercayaan yang diberikan kepadanya. Karena itu, jangan remehkan kemampuan apa pun yang Tuhan taruh dalam diri dan hidup kita. Mintalah hikmat dan tuntunan Roh Kudus untuk mengenali serta mengembangkan setiap karunia yang telah Tuhan berikan. Mungkin apa yang Anda miliki terlihat sederhana di mata manusia, tetapi ketika dipersembahkan kepada Tuhan dan dipakai untuk melayani sesama, hal itu dapat menjadi saluran berkat yang besar. Belajarlah dari Dorkas. Ia tidak menunggu memiliki lebih banyak kemampuan atau kesempatan sebelum melayani. Ia menggunakan apa yang ada di tangannya untuk memberkati orang lain. Demikian pula kita dipanggil untuk setia mengelola karunia yang Tuhan percayakan bagi kemuliaan-Nya. Ingat, Tuhan tidak meminta pertanggungjawaban atas apa yang tidak pernah kita miliki, tetapi atas apa yang Ia percayakan kepada kita. [JA, LS]