BERKAT BUKAN TUJUAN IMAN

Selasa,07 Juli 2026

BACAAN ALKITAB HARI INI

Zakharia 7:5-6

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Mazmur 73:25

RENUNGAN INSPIRASI

Banyak di antara kita datang kepada Tuhan dengan daftar permintaan yang panjang seperti memohon berkat dalam kesehatan, pekerjaan, keuangan, dan aspek hidup lainnya. Tuhan adalah sumber segala berkat. Ia pun terbuka ketika kita meminta kepada-Nya. Namun, ironi yang terjadi adalah ketika berkat justru menjadi tujuan iman. Kita bisa begitu rajin melayani, berdoa, bahkan berpuasa, tetapi dengan motivasi memperoleh sesuatu dari Tuhan. Ketika hal itu terjadi, iman yang seharusnya menjadi sarana untuk berelasi dan mengenal Tuhan perlahan berubah menjadi semacam transaksi. Karena itu, kita perlu menilai, apa yang sebenarnya menjadi pusat iman kita? Apakah pribadi Tuhan yang kita cari dan kasihi, atau berkat semata yang kita harapkan dari-Nya? Iman yang benar dan dewasa tidak menjadikan berkat sebagai tujuan utama, tetapi menempatkan Tuhan sebagai harta yang paling berharga.
Salah satu tanda bahwa berkat telah menjadi tujuan iman adalah ketika aktivitas rohani yang kita lakukan tidak lagi berpusat kepada Tuhan, melainkan pada diri sendiri. Inilah yang ditegur Tuhan melalui nabi Zakharia. Orang-orang Israel berpuasa dan menjalankan berbagai kegiatan keagamaan, tetapi Tuhan bertanya, "Sungguhkah untuk Aku kamu berpuasa?" (Zak. 7:5). Masalahnya bukan pada puasanya, melainkan pada motivasi hati. Perbuatan mereka terlihat benar, tetapi motivasinya bukan untuk Tuhan. Teguran ini juga relevan bagi kita yang tanpa sadar menjadikan kegiatan rohani sebagai sarana untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Karena itu, tanyakan pada diri sendiri: Apakah kita mencari-Nya karena Dia adalah Tuhan yang layak dihormati dan ditaati, atau karena apa yang dapat kita peroleh dari-Nya? Jika kita menyadari bahwa iman kita masih banyak berpusat pada diri sendiri—entah dalam mengejar rasa aman, kedudukan, atau pemenuhan kepuasan pribadi—datanglah kepada Tuhan dengan kerendahan hati dan keterbukaan. Biarkan Roh Kudus menyelidiki, menegur, dan memperbarui hati kita. Melalui kasih karunia-Nya, Tuhan sanggup memurnikan motivasi dan menumbuhkan pengenalan yang benar akan Dia. Ketika kita semakin mengenal kasih dan karya keselamatan-Nya, kita tidak lagi mencari Tuhan semata-mata demi berkat, melainkan karena Ia telah terlebih dahulu mengasihi dan menyelamatkan kita. Dari hati yang diperbarui itu lahirlah kerinduan untuk hidup dalam persekutuan dengan-Nya, berjalan dalam ketaatan kepada firman-Nya, dan menjadi saluran berkat bagi kemuliaan nama-Nya. [SR]

REFLEKSI DIRI

1. Ketika saya berdoa kepada Tuhan, apakah fokus saya lebih banyak pada Pribadi-Nya atau pada apa yang saya harapkan dari-Nya?
2. Apa yang harus Anda lakukan agar tujuan iman Anda tepat sasaran?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, Engkau adalah segalanya dalam hidupku. Ampuni aku yang fokus mencari berkat daripada kepada Pribadi-Mu. Ajar aku untuk mencukupkan diri di dalam Engkau, serta memandang hubungan dengan-Mu sebagai tujuan imanku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Merendahkan hati di hadapan Tuhan dan memohon Roh Kudus menata kembali arah hati kita yang sebelumnya berfokus pada diri sendiri, agar terarah kepada Pribadi Tuhan.

HIKMAT HARI INI

Siapa pun yang mencari Tuhan sebagai sarana untuk mencapai tujuan yang diinginkannya tidak akan menemukan Tuhan. Allah yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, tidak akan menjadi salah satu dari sekian banyak harta, bahkan bukan sekadar harta yang paling utama di antara semuanya. Ia harus menjadi segalanya, atau tidak sama sekali. Tuhan tidak dapat diperalat. — A.W. Tozer
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com