Batu karang yang indah dan kokoh di tepi laut tidak terbentuk secara instan. Batuan tersebut mengalami proses panjang menghadapi tekanan, perubahan cuaca, dan hantaman ombak tanpa henti. Ombak memang mengikis bagian yang rapuh, tetapi melalui proses itu pula, struktur batu yang kuat dan kokoh menjadi semakin tampak.
Demikianlah proses yang menggambarkan kehidupan kita. Secara alami, kita menginginkan hidup yang bebas dari tekanan, masalah, dan rasa sakit. Namun sering kali, melalui tekanan itulah Tuhan membentuk ketahanan, kedewasaan, dan karakter yang tidak dapat dibentuk oleh kenyamanan. Tekanan hidup sering kali menjadi alat yang Tuhan pakai untuk meningkatkan kualitas diri kita. Paulus menulis bahwa kesengsaraan menghasilkan ketekunan, ketekunan menghasilkan tahan uji, dan tahan uji menghasilkan pengharapan (Roma 5:3-4). Jadi, tekanan yang kita alami hari ini dapat membangun daya tahan rohani yang tidak mudah digoyahkan oleh keadaan. Tetapi perhatikan bahwa tekanan tidak otomatis membuat seseorang menjadi lebih kuat. Karena itu tekanan harus direspons dengan iman percaya kepada Tuhan. Orang yang memiliki pengalaman berjalan bersama Tuhan di tengah tekanan akan memiliki keteguhan, karena mereka telah belajar mempercayai-Nya dalam setiap musim kehidupan. Mungkin hari ini Anda sedang merasa lelah. Hidup Anda terasa seperti dihantam ombak tanpa henti. Simpan firman Tuhan hari ini dalam hati Anda. Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar mengubah keadaan. Ia sedang membangun ketekunan, membentuk karakter yang tahan uji, dan menumbuhkan pengharapan yang semakin kuat di dalam diri Anda. Ingat, ombak yang menguji batu karang, juga membentuk kekokohannya. Demikian pula tekanan yang Anda alami hari ini, bisa menjadi alat Tuhan untuk membangun ketahanan yang akan menopang hidup Anda di masa depan. [FD]