Salah satu "silent killer" paling berbahaya dan bekerja secara diam-diam dari dalam diri kita ialah "toxic thoughts" atau pikiran-pikiran beracun. Masalahnya, banyak orang menganggap hal-hal yang dipikirkan sebagai sesuatu yang normal dan tidak berbahaya. Padahal, pikiran sangat membentuk dan mempengaruhi hati, tindakan, bahkan arah hidup seseorang. Saat pikiran tidak dijaga, maka hidup kita pun perlahan rusak.
Pikiran negatif biasanya muncul dari luka masa lalu, perkataan negatif orang lain, pengalaman kegagalan, dan ketakutan akan masa depan. Iblis memakai semua itu untuk membangun benteng-benteng pikiran yang membuat seseorang kehilangan iman dan pengharapan. Akibatnya, ada orang-orang yang hidupnya begitu diliputi kecemasan, overthinking, mudah tersinggung, curiga, iri hati, perasaan tidak berharga, sulit bersyukur, bahkan merasa Tuhan tak lagi bekerja dalam hidupnya. Itu sebabnya Rasul Paulus berkata bahwa kita harus menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus. Kita tidak boleh membiarkan setiap pikiran yang tidak sesuai dengan kebenaran menetap dalam pikiran kita. Kita harus menaklukkan setiap pikiran untuk menjadikannya taat kepada Kristus. Itu sebabnya sejak awal pertobatan, hal yang diubah dari kita ialah perubahan pikiran, yakni metanoia. Artinya, sepanjang perjalanan rohani kita, pikiran kita akan terus menerus diperbarui agar semakin serupa dengan pikiran Kristus, dan semakin selaras dengan kebenaran firman Tuhan. Inilah yang Paulus maksudkan dengan memiliki pikiran Kristus (1 Kor. 2:16b). Dalam praktiknya, Paulus menasihatkan agar kita memikirkan semua hal yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, disebut kebajikan dan patut dipuji (Fil. 4:8). Kita harus secara sadar menyaring apa yang masuk ke dalam pikiran kita setiap harinya. Negative self-talk harus diganti dengan kebenaran. Seperti misalnya, "Aku tidak berharga" menjadi "nilai diriku berasal dari Tuhan", "Aku selalu gagal" menjadi "aku masih bertumbuh", "Aku sendirian" menjadi "Tuhan selalu menyertai", "Hidupku telah rusak" menjadi "Tuhan terus bekerja dalam hidupku". Jangan biarkan pikiran negatif menguasai hati kita dan menjauhkan kita dari kasih dan kebenaran Tuhan. Sebaliknya penuhilah pikiran kita dengan kebenaran firman Tuhan. [RS]