Hancurnya hidup seseorang sering dimulai dari keputusan-keputusan kecil yang terasa tidak signifikan pada awalnya. Salah satunya adalah memilih tetap dekat dengan lingkungan yang negatif. Kisah Lot menunjukkan hal ini dengan sangat jelas. Ketika ia berpisah dari Abraham, Lot memilih daerah yang terlihat subur, hijau, dan menjanjikan. Namun Alkitab memberikan satu catatan penting bahwa ia "berkemah di dekat Sodom" (Kej. 13:12). Awalnya Lot belum tinggal di dalam Sodom. Ia hanya berada dekat di sana, masih ada jarak, dan masih ada alasan untuk merasa aman dan nyaman berada dekat dengan dosa. Tapi tahukah Anda, kehidupan rohani kita tidak pernah berada dalam posisi "netral" dan "tanpa pengaruh". Kita tidak kebal terhadap apa yang terus-menerus kita lihat, dengar, cicipi, dan nikmati. Alkitab beberapa kali menunjukkan bahwa pergaulan dan lingkungan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap hati dan kehidupan seseorang (1 Kor. 15:33, Maz. 1:1, Ams. 13:20). Terbukti pada Kejadian 14:12, Lot tiba-tiba saja sudah tinggal di Sodom. Bahkan ketika Tuhan hendak menghancurkan kota itu, hati Lot begitu melekat pada Sodom sampai ia sulit meninggalkannya (Kej. 19:16). Kedekatan yang awalnya terasa aman, perlahan menjadi keterikatan.
Inilah salah satu "silent killer" dalam kehidupan rohani, yaitu terlalu nyaman berada dekat dengan lingkungan yang perlahan menjauhkan kita dari Tuhan. Hari ini mungkin Anda berkata, "saya hanya berteman", "saya tahu mana yang benar dan salah", "saya masih mengenal Tuhan dengan baik". Tapi pertanyaannya bukan hanya "apakah kita masih kuat hari ini", melainkan "apa yang sedang teman, lingkungan, atau pergaulan itu bentuk di dalam diri kita". Mungkin lingkungan tidak menghancurkan iman dalam satu hari, tetapi ia bekerja secara diam-diam dan tidak terasa, dengan membuat kekudusan terasa berlebihan, membuat kompromi terasa normal dan wajar, dan membuat kita semakin tumpul terhadap suara Tuhan. Menyadari bahwa lingkungan kita berpengaruh signifikan, segeralah identifikasi apakah kita juga sedang "berkemah di dekat Sodom"; periksa lingkungan, komunitas, dan relasi terdekat kita. Segera buat batasan tegas dan jaga jarak aman dari orang-orang yang perlahan menanamkan nilai dan kebiasaan yang menyimpang. Jangan tunggu sampai dosa menjadi sesuatu yang biasa, jangan tunggu sampai hati kita begitu terikat hingga sulit kembali kepada Tuhan, dan jangan merasa diri begitu kuat sampai menganggap lingkungan dosa tidak akan memengaruhi hati kita sama sekali. [LS]