Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita melihat situasi suram yang dialami oleh raja Israel. Setelah seluruh tentara Aram mengepung Samaria, terjadilah kelaparan hebat di Samaria. Bayangkan saja, harga makanan melonjak luar biasa. Bahkan, kotoran merpati dan kepala keledai dijual sangat mahal. Yang tidak kalah mengerikan, ada orang yang memasak anaknya untuk dimakan. Hal itu diketahui raja saat seorang perempuan mengadukan perkaranya. Mendengar berita itu, raja mengoyakkan jubahnya, dan terlihat bahwa ia telah memakai kain kabung. Dalam keputusasaannya, raja berkata kepada Nabi Elisa, "Sesungguhnya, malapetaka ini adalah dari pada TUHAN. Mengapakah aku berharap kepada TUHAN lagi?" Inilah jeritan hatinya yang merasa ditinggalkan oleh Tuhan. Namun, dalam situasi suram itu Tuhan masih menunjukkan kuasa-Nya. Melalui Nabi Elisa, Tuhan menjanjikan bahwa dalam satu malam, harga-harga akan kembali normal. "Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria." (2 Raja-raja 7:1). Suatu hal yang tidak masuk akal bukan? Namun kuasa Tuhan tidak terikat oleh logika kita. Sesuai dengan firman Tuhan, esoknya mujizat terjadi. Tuhan membuat tentara Aram mendengar suara tentara besar hingga mereka lari meninggalkan semua harta dan makanan. Dan benarlah, dalam semalam kelaparan berubah menjadi kelimpahan.
Ini adalah pesan iman bagi kita. Saat kita berada dalam situasi yang tampak suram, tetaplah berharap kepada Tuhan. Jangan biarkan kesusahan membutakan mata iman kita sehingga kita lupa akan janji dan kuasa Tuhan yang besar. Jangan biarkan keadaan membuat kita meragukan kebaikan-Nya lalu berkata seperti raja Israel, "Mengapa aku berharap lagi kepada Tuhan?" Sebaliknya, justru di tengah keadaan yang tidak kita mengerti, pilihlah untuk tetap percaya. Katakan seperti Pemazmur, "Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!" Tuhan tidak pernah kekurangan kuasa untuk menolong dan tidak pernah terlambat menyatakan pertolongan-Nya. Karena itu, hari ini bangkitkan kembali iman kita dan katakan: "Let̢۪s trust God again!" [RS]