Cara kerja Iblis tak selalu tampak dengan cara yang frontal, tetapi bisa jadi dengan distorsi dan juga pembalikan halus yang merusak citra Allah dalam hati kita. Kita dapati hal ini dalam kisah kejatuhan manusia pertama. Kepada Hawa, Allah berkata, "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh dimakan" (Kej. 3:2). Ini adalah sebuah pernyataan kasih, berkat, dan kebebasan. Namun, Iblis sedikit memutarbalikkan perkataan itu, "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" Dengan kata lain Iblis sedang berkata, "Bukankah Allah melarang kamu makan semua buah?" (Kej. 3:1). Dalam satu kalimat saja, citra Allah berubah total. Iblis mengubah konsep tentang gambaran Allah, dari Allah yang murah hati menjadi Allah yang pelit; Allah yang menghargai kebebasan menjadi Penguasa yang mengekang. Begitulah Iblis melancarkan kebohongan selanjutnya dengan berkata saat kamu makan matamu akan terbuka. Kenyataannya, bukannya terbuka tetapi menjadi buta rohani. Mereka tidak lagi melihat Allah sebagaimana adanya. Alih-alih menjadi seperti Allah, manusia justru kehilangan kepekaan terhadap-Nya.
Begitulah cara Iblis menyerang, ia bukan menghancurkan iman secara terang-terangan, tetapi mengubah cara kita melihat Allah. Kitab Wahyu menyatakan Ular tua ini, yang menyesatkan seluruh dunia (Wah. 12:9). Kita dapat disesatkan ketika pandangan kita tentang Allah menjadi salah. Biasanya terjadi ketika kenyamanan kita mulai terusik, juga melalui penderitaan-penderitaan yang kita alami. Pikiran kita menjadi sempit, seakan-akan Tuhan tidak peduli dan tidak bermurah hati untuk menolong kita. Iblis melakukan pembalikan yang merusak gambar Allah dalam benak kita, merusak pengertian kita akan Dia, membutakan pikiran kita terhadap kebenaran, dan pada akhirnya menggiring kita kepada dosa. Itulah sebabnya penting bagi kita untuk terus bertumbuh dalam pemahaman yang benar tentang Allah, sehingga kita tidak mudah terombang-ambing oleh tipu daya penyesatan si Iblis. Karenanya, berilah waktu setiap hari membaca firman Tuhan, mintalah Roh Kudus menyingkapkan pengertian yang benar tentang Allah, dan berdiskusi dengan pemimpin rohani yang kredibel. [RS]