Saat hidup kita penuh tekanan, salah satu godaan yang sering mengganggu kita adalah melihat adanya orang-orang di sekitar kita yang hidup tidak benar di hadapan Tuhan tetapi tampak makmur dan berhasil. Yeremia pernah mengalaminya, ia pun mempertanyakan keadilan Tuhan, "Mengapakah mujur hidup orang-orang fasik, sentosa semua orang yang berlaku tidak setia?" (Yer. 12:1). Tuhan tidak menjawab pertanyaan Yeremia, Ia justru berkata, "Jika berlomba melawan manusia biasa membuatmu lelah, bagaimana kamu akan berlomba melawan kuda? Jika kamu tersandung dan jatuh di tanah terbuka, apa yang akan kamu lakukan di semak-semak dekat Yordan?" (Yer. 12:5 New Living Translation). Tuhan bukan menghindari pertanyaan Yeremia, Ia menyingkapkan sesuatu yang lebih penting, yaitu pekerjaan-Nya di dalam diri Yeremia. Tuhan sedang membangun ketahanan diri (resilience) Yeremia. Tuhan memberitahu Yeremia agar ia menganggap tekanan dan tantangan yang dihadapinya saat ini sebagai persiapan untuk tantangan yang lebih besar di masa mendatang. Apa yang Yeremia hadapi dengan melihat keberhasilan orang fasik, sebenarnya hanya "permulaan". Di depan, ia akan menghadapi penolakan, kesepian, bahkan penderitaan lebih dalam. Jika pada tahap ini ia sudah goyah, bagaimana ia akan bertahan di tahap berikutnya?
Kita juga sering berpikir seperti Yeremia. Kita ingin keadilan segera dinyatakan, kita ingin Tuhan segera mengubah keadaan, tetapi yang Tuhan tunjukkan adalah kenyataan bahwa Ia sedang membangun ketahanan iman kita, hati kita, dan juga ketaatan kita. Ia membangun ketahanan iman kita, yaitu kemampuan untuk tetap percaya kepada Tuhan sekalipun keadaan tidak berubah, doa belum dijawab, dan realita terasa bertentangan. Tuhan membangun ketahanan hati kita, yaitu kemampuan untuk menjaga hati tetap bersih (tidak pahit atau iri) dan lembut (tidak keras karena luka). Tuhan membangun ketahanan dalam ketaatan kita, yaitu kemampuan tetap melakukan yang benar, sekali pun tidak ada yang lihat, tidak ada apresiasi, dan tidak ada hasil langsung. Ingat, tekanan yang kita alami hari ini bukanlah tanda Tuhan tidak adil, melainkan bukti Ia sedang mempersiapkan kita untuk sesuatu yang lebih besar. Karena itu, jaga hati, tetap percaya, dan terus lakukan yang benar. Tuhan sedang membentuk kita menjadi pribadi yang sanggup bertahan dan setia sampai akhir. [LS]