Badai sering kali hanya dipandang sebagai hal destruktif. Yang muncul dalam pikiran kita ketika mendengar kata "badai" hanyalah sifatnya yang menghancurkan. Tidak hanya badai dalam arti sebenarnya, kita pun beranggapan demikian tentang badai kehidupan. Kejadian-kejadian seperti kehilangan mata pencaharian, hubungan yang kandas, maupun segala kejadian yang menyakitkan kita anggap sebagai badai yang datang mengganggu ketenangan hidup. Datangnya badai secara tiba-tiba memaksa kita untuk melakukan banyak perubahan yang tidak kita inginkan namun harus dilakukan demi bertahan hidup. Intinya, kita tidak menyukai badai apapun, karena badai datang mengguncang dan memporak-porandakan zona nyaman yang selama ini kita bangun dan pertahankan.
Tuhan pun mengetahui bahwa manusia cenderung bertahan dalam zona nyamannya, dan satu-satunya jalan untuk memaksa kita keluar dari zona nyaman tersebut adalah dengan mengizinkan badai kehidupan. Ketahuilah bahwa tidak ada badai yang terjadi tanpa seizin Tuhan, dan ujungnya adalah untuk kebaikan kita. Jangan berkeras hati dan selalu bersandar pada pengertian kita sendiri. Akuilah bahwa Tuhan lebih tahu apa yang terbaik bagi kita. Badai yang selama ini kita pandang hanya sebagai pengganggu ketenangan hidup bisa dipakai Tuhan untuk memperlihatkan jalan lain yang lebih baik. Bisa saja selama ini ada jalan yang selaras dengan rencana Tuhan namun terabaikan oleh mata kita, sehingga Tuhan perlu menggunakan badai untuk "menyapu bersih" segala gangguan. Badai hidup yang Tuhan izinkan tidak pernah bertujuan untuk menghancurkan kita, melainkan untuk semakin menyelaraskan langkah kita dengan rencana Tuhan. Jika saat ini Anda sedang berada dalam pusaran badai kehidupan, ingatlah bahwa Tuhan sedang bekerja menggunakan badai tersebut untuk menunjukkan jalan yang lebih baik untuk kita tempuh. Jangan takut dan berkecil hati karena Tuhan tidak akan membiarkan kita berjalan sendirian. Dia selalu setia menemani kita melewati badai kehidupan hingga kita sampai pada tujuan yang telah Ia rancangkan. [EV]