Tidak seorang pun dapat datang kepada Yesus tanpa anugerah Bapa yang terlebih dahulu menariknya untuk percaya kepada-Nya; mereka yang merespons panggilan ini ditetapkan untuk menghasilkan buah dengan melakukan kehendak Bapa, yang menjadi kesaksian bagi dunia tentang iman mereka kepada Yesus Kristus. Karena itu, Yesus memberi teladan agar orang percaya saling mengasihi dan melayani, pertama-tama dalam komunitas iman, sehingga dengan demikian mereka akan dikenal sebagai murid-murid Yesus.
Dalam Injil Matius, Tuhan Yesus menegaskan bahwa para murid adalah garam dan terang bagi dunia. Mereka berharga karena memiliki relasi dengan Bapa melalui Yesus Kristus, dan karena itu dipanggil untuk membawa dampak melalui perbuatan baik kepada sesama. Perbuatan tersebut bukan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk memuliakan Bapa, sehingga melalui hidup mereka orang lain pun terinspirasi untuk memuliakan-Nya. Demikian pun dengan kita jemaat masa kini. Harusnya kita memperhatikan ajakan rasul Paulus dalam surat Galatia untuk tak jemu-jemu berbuat baik selama masih ada kesempatan. Hal penting yang perlu kita perhatikan adalah terutama kepada saudara seiman. Hal ini tentu saja bukan bermaksud eksklusif, melainkan mengajarkan bahwa di dalam tubuh Kristus kita terlebih dahulu dipanggil untuk hidup saling melayani, mengasihi, dan menghormati melalui tindakan nyata seperti memperhatikan sesama jemaat, mendoakan mereka yang sedang bergumul, terlibat aktif dalam pelayanan, serta menolong mereka yang membutuhkan. Oleh karena itu, marilah kita memberi dampak yang baik bagi gereja dan komunitas tempat kita berada, sehingga tubuh Kristus terus bertumbuh sehat, kuat, dan penuh kasih Bapa. [AP]