Kehidupan rohani kita dapat digambarkan seperti api yang menyala dalam sebuah tungku. Nyala api itu bergantung pada bahan bakar yang masuk. Jika bahan bakarnya habis, api akhirnya akan meredup. Doa adalah bahan bakar rohani. Doa menjaga relasi kita tetap hidup seperti api yang terus menyala. Itu sebabnya kita diminta untuk senantiasa berdoa (1 Tes. 5:17), serta bertekun dalam doa dan berjaga-jaga di dalamnya (Kol. 4:2). Ketika kita berdoa, kita menjalin komunikasi dengan Tuhan dan mengakui ketergantungan kita kepada-Nya. Doa inilah yang menjaga hubungan kita dengan Tuhan tetap hangat, intim, dan hidup.
Tuhan kita yang kudus juga menghendaki hati yang murni agar kita dapat bersekutu dengan-Nya. Jika doa adalah bahan bakar agar api rohani tetap menyala, puasa adalah proses membersihkan tungku agar aliran bahan bakar lancar dan menjaga pembakaran yang sempurna. Jika kita hanya berdoa tanpa hati yang murni, api itu akan mudah terganggu oleh kotoran dunia, seperti rasa iri, kemarahan, kepahitan, dan ketidakpedulian terhadap sesama. Dengan berpuasalah kita masuk dalam proses pemurnian. Itu sebabnya puasa dilakukan secara tersembunyi, "jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi." (Mat 6:18). Melalui ayat ini, kita memahami bahwa esensi puasa bukan untuk dipamerkan, bukan untuk dipuji orang. Justru puasa yang dilakukan secara tersembunyi membangun motivasi yang murni sebab hanya Tuhan yang tahu. Melalui puasa kita dilatih untuk menyucikan hati. Puasa akan menyingkapkan motivasi hati kita yang tidak benar, melembutkan hati kita yang keras, dan membersihkan fokus kita dari hal-hal yang menggantikan posisi Tuhan dalam hati kita selama ini. Dengan demikian, marilah kita berdoa bukan hanya untuk meminta, tetapi untuk memiliki kedekatan dengan Tuhan. Marilah kita berpuasa bukan hanya untuk menahan lapar, tetapi untuk menyingkirkan segala hal yang menghalangi hubungan kita dengan Tuhan dan sesama. Dengan begitulah api relasi kita dengan Tuhan tidak sekadar menyala, tetapi akan terus membara, memberi terang, menghangatkan, dan mengubah kita menjadi pribadi yang lebih serupa dengan Kristus. [RS]