Dalam perjalanannya sebagai umat pilihan Allah, bangsa Israel dituntun oleh Hukum Taurat untuk mengerti bagaimana seharusnya mereka membangun relasi yang benar dengan Allah dan relasi yang baik dengan sesama. Dalam kaitannya dengan sesama, Allah menetapkan perintah untuk menghormati ayah dan ibu sebagai perintah yang pertama dalam berelasi dengan sesama. Hal ini dimaksudkan agar generasi selanjutnya dapat menikmati berkat Tuhan yang akan mereka terima di tanah yang dijanjikan Allah. Sebab dengan menghormati orang tua, mereka dapat menerima ajaran dan didikan Hukum Taurat dengan sikap yang takut akan Allah.
Kepada jemaat di Efesus, Rasul Paulus juga mendorong anak-anak muda untuk menghormati orang tua mereka, sebab ini adalah perintah Allah yang berkaitan dengan janji berkat yang menyertai mereka, yaitu berbahagia dan panjang umur di bumi. Menghormati orang tua adalah ketetapan yang Allah kehendaki bagi setiap orang percaya, sebab merekalah yang mewariskan iman Kristen kepada para anak. Melalui orang tua, anak-anak dididik dan diajarkan mengenai kebenaran Allah. Oleh karena itu, Rasul Paulus memperingatkan kita bahwa tanpa rasa hormat yang benar kepada orang tua, anak-anak tidak mungkin bisa bertumbuh dalam iman dan karakter yang baik, apalagi tunduk serta taat kepada Allah Bapa. Begitu pula dengan para penulis Amsal yang kerapkali mendorong para pembacanya untuk menghormati didikan ayah dan mendengarkan ajaran ibu. Bila dipikirkan kembali, para penulis Amsal adalah orang-orang berhikmat, mereka adalah orang-orang yang cerdas, tetapi mereka pun memberi nasihat kepada kita pembaca masa kini untuk senantiasa menghormati dan mengasihi orang tua kita dengan memperhatikan sungguh-sungguh ajaran serta didikan mereka. Jadi, meskipun saat ini anak-anak muda lebih cepat dalam mengikuti perkembangan zaman, jangan pernah merasa diri lebih pintar dan jangan abaikan ajaran serta didikan orang tua. Percayalah, di dalam setiap ajaran dan didikan orang tua ada hikmat yang ditempa melalui pengalaman, air mata, dan kegagalan yang tidak selalu tertulis dalam buku, tetapi sangat menolong kita untuk melangkah dengan lebih bijaksana di hadapan Tuhan dan sesama. [AP]