Kita sering merasa memiliki kehidupan rohani yang "baik-baik saja". Kita masih ke gereja, masih melayani, dan masih tahu banyak ayat-ayat firman Tuhan. Namun, tak sedikit dari kita yang sebenarnya berhenti bertumbuh. Kita bergerak, tetapi tidak maju. Kita aktif, tetapi tidak bergairah. Kita sibuk, tetapi tidak berubah dan berbuah. Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Efesus, jemaat yang aktif melayani dan penuh karunia, namun terus didoakannya agar tidak berhenti bertumbuh. Ini menunjukkan satu kebenaran penting bahwa aktivitas rohani tidak selalu sama dengan pertumbuhan rohani.
Dari kebenaran ini kita memahami bahwa pertumbuhan rohani bukan tentang seberapa lama kita menjadi orang Kristen, tetapi seberapa dalam kita hidup bersama Kristus dan mengenal-Nya secara pribadi, memahami pengharapan dalam panggilan-Nya, serta hidup dalam kuasa-Nya. Perhatikan, Paulus tidak berdoa supaya jemaat Efesus lebih pintar, lebih terkenal secara rohani, atau lebih banyak pelayanannya. Sebaliknya, Paulus berdoa supaya mereka mengenal Allah dengan benar. Kata "mengenal" di sini disebut epignÅsis, yaitu pengenalan yang dalam, personal, dan berkelanjutan. Ini artinya kita bukan sekadar tahu siapa Allah, tetapi hidup dalam relasi yang nyata dengan Dia. Kita bisa mengalami stagnasi bukan karena tidak pernah mengenal Allah, tetapi karena kita berhenti mengejar Dia. Kita hidup dari pengalaman rohani di masa lalu, dulu pernah dijamah, pernah dipakai dan berapi-api, namun hari ini tak lagi rindu diam di hadirat Tuhan. Padahal, melalui keintiman dengan Tuhan lah mata hati kita akan diterangi sehingga kita mengerti pengharapan yang terkandung dalam panggilan-Nya. Dari sini kita mulai melihat panggilan, nilai hidup dari sudut pandang Allah, dan bukan sekadar perasaan sesaat. Hal inilah yang membuat kita tidak mudah goyah dalam tekanan, karena sadar bahwa hidup kita diarahkan oleh tujuan ilahi dan dikuatkan oleh kuasa-Nya. Kita tak lagi berjuang dengan kekuatan sendiri, melainkan hidup di bawah potensi rohani yang Tuhan sediakan. Sebab kuasa Allah yang bekerja dalam diri kita hari ini adalah kuasa yang sama, yang membangkitkan Yesus dari kematian, mengalahkan dosa dan maut. [RS]