KETIKA PERBEDAAN MENJADI ALAT TUHAN

Rabu,14 Januari 2026

BACAAN ALKITAB HARI INI

Kisah Para Rasul 15:36-41

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

2 Timotius 4:11

RENUNGAN INSPIRASI

Perbedaan sering kali kita pandang sebagai penghalang, sesuatu yang memecah, melukai, dan menghambat pekerjaan Tuhan. Kita cenderung berpikir bahwa kesatuan hanya mungkin terjadi ketika semua orang memiliki pandangan yang sama. Namun Alkitab memperlihatkan bahwa di tangan Tuhan, perbedaan tidak selalu menjadi ancaman, melainkan menjadi alat-Nya untuk membentuk, memurnikan, dan menggenapi rencana-Nya. Perenungan ini mengajak kita melihat bagaimana Tuhan bekerja, bahkan berdaulat, ketika perbedaan pendapat muncul di tengah orang-orang yang sama-sama mengasihi Dia dan melayani Injil.
Paulus dan Barnabas pernah berada di posisi berbeda pendapat mengenai keikutsertaan Yohanes Markus dalam misi mereka berikutnya. Saat itu Paulus menolak mengikutsertakan Yohanes Markus sebab ia berpandangan mundurnya Yohanes Markus di tengah perjalanan misi pertama menunjukkan ketidaksiapannya dalam bermisi. Namun sebaliknya, Barnabas tetap ingin mengikutsertakan Yohanes Markus sebab baginya misi ini dapat menjadi kesempatan bagi Yohanes Markus yang masih muda untuk memperbaiki diri, memperkuat mental, dan meneguhkan visi Injil yang telah ia terima. Akhirnya, mereka memutuskan berpisah jalur pelayanan. Di penghujung hidup Paulus, ternyata pelayanan Yohanes Markus justru menjadi penting dan berguna baginya dalam pelayanan Injil (Kol. 4:10; Flm. 1:24; 2 Tim. 4:11). Dari kisah mereka, kita memahami hal prinsip yang menjadi dasar pandangan dan keputusan dalam berelasi. Paulus dan Barnabas sama-sama memiliki alasan prinsip mengenai Yohanes Markus, dimana Paulus menekankan integritas misi dan kesiapan pelayan, sementara Barnabas menekankan pemuridan dan pemulihan. Perbedaan tidak selalu salah-benar, perbedaan juga bukan otomatis tanda kegagalan rohani. Sekali pun Paulus dan Barnabas berpisah jalur, tetapi mereka tetap satu Injil, satu Tuhan, satu tujuan. Kesatuan sejati berakar pada kebenaran Injil, bukan semata-mata pada struktur atau kebersamaan. Ketika hati tetap tertuju pada Injil dan karakter tetap dijaga, Tuhan bisa memakai perbedaan sebagai alat-Nya untuk memperluas pelayanan, membentuk karakter, dan memulihkan mereka yang sedang bertumbuh. Bahkan bagi Yohanes Markus kondisi tersebut menjadi sarana baginya untuk bertumbuh, hingga ia menuliskan injil Markus yang sangat berguna bagi jemaat di Roma dan bagi kita saat ini. [AP]

REFLEKSI DIRI

1. Apa hal prinsip yang menjadi dasar Anda dalam menghadapi perbedaan pandangan?
2. Sudahkah Anda menjadikan firman Tuhan sebagai prinsip kebenaran yang menolong Anda untuk memiliki perspektif yang benar terhadap perbedaan pandangan?

POKOK DOA

Ya Bapa, beri aku hikmat dalam menghadapi perbedaan pandangan. Biar jangan preferensiku yang diutamakan, melainkan prinsip yang sesuai firman-Mu. Sehingga di tengah perbedaan yang ada, aku terus diarahkan kepada pembentukan diri untuk semakin serupa dengan Kristus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Menilai prinsip-prinsip apa saja yang menjadi dasar kita dalam menghadapi berbagai perbedaan pandangan. Belajar untuk menempatkan kepentingan Tuhan sebagai prioritas utama dalam memutuskan sesuatu di tengah perbedaan pandangan.

HIKMAT HARI INI

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com