Kita berada tepat di titik di mana satu musim telah berlalu dan musim yang baru dimulai. Selamat datang di hari pertama di tahun 2026. Di titik ini, kita bukan hanya menghitung pencapaian, mengevaluasi kegagalan, atau menyusun harapan bagi hari-hari mendatang. Di tengah semua evaluasi dan resolusi, ada satu panggilan yang tidak kalah penting, yaitu panggilan untuk terus bertumbuh. Alkitab mengingatkan kita bahwa pertumbuhan rohani adalah kehendak Tuhan bagi setiap orang percaya, "bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus." Karena ini adalah panggilan kita, maka stagnasi rohani adalah kondisi berbahaya.
Kita harus menyadari bahwa tidak semua perubahan adalah pertumbuhan. Tahun berganti, usia bertambah, aktivitas berubah, pencapaian mungkin meningkat; tetapi hati, karakter, dan kedewasaan bisa saja tetap berjalan di tempat. Karena itu pertumbuhan sejati adalah tentang seberapa dewasa kita bertumbuh di dalam Tuhan. Rasul Paulus katakan, "tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala." Ayat ini menegaskan bahwa pertumbuhan rohani bukan sekadar peningkatan aktivitas rohani, melainkan sebuah arah hidup yang bertumbuh menuju keserupaan dengan Kristus. Dan ini harus dikerjakan secara aktif dengan cara teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih. Saat kita memilih untuk hidup di dalam kebenaran dan kasih—bukan hanya mengetahui, tetapi juga membiarkan kebenaran dan kasih membentuk kata-kata, sikap, dan hubungan dengan sesama—hidup kita perlahan dibentuk dan diarahkan kepada Kristus. Pertumbuhan rohani menjadi nyata dan seluruh hidup kita semakin selaras dengan kehendak Sang Kepala, yaitu Kristus. Karenanya, tahun baru ini adalah momentum bagi kita untuk bercermin, apakah firman Tuhan masih menjadi pegangan hidup kita? Apakah doa masih menjadi napas hidup kita? Apakah hati kita semakin lemah lembut, atau justru semakin keras dibentuk oleh luka, kecewa, dan keadaan harian? Tuhan tidak pernah menuntut pertumbuhan instan. Ia membentuk kita melalui proses yang kita tanggapi dengan ketaatan dan kerendahan hati untuk terus mau diajar. Seiring proses itu berjalan, kita akan melihat perubahan nyata dalam karakter, motivasi, respons, serta cara kita mengambil keputusan dalam hal sehari-hari. Di awal tahun ini, marilah kita bukan hanya membuat resolusi untuk melakukan lebih banyak, tetapi untuk menjadi lebih serupa dengan Kristus. Biarlah tema "Pursuing Growth" bukan sekadar slogan, melainkan komitmen hati yang serius. Sebab ketika kita bertumbuh secara rohani, maka aspek hidup kita lainnya akan turut mengalami pertumbuhan bahkan pembaruan. [LS]