Menjelang Natal, kita biasanya sibuk menghias rumah dengan berbagai ornamen Natal. Rumah, pusat perbelanjaan, dan jalanan pun dipenuhi dengan gemerlapan lampu warna-warni, menghadirkan suasana Natal yang indah dan terang. Namun, di balik cahaya lampu-lampu itu, ada banyak hati yang justru terasa gelap. Ada yang berjuang dengan keterikatan akan dosa, luka batin, kehilangan, kesepian, dan tekanan hidup yang terasa semakin berat.
Dunia kita memang penuh dengan penderitaan, penolakan, penghakiman, kebencian, dan ketidakadilan oleh karena kegelapan dosa. Kegelapan itu membuat banyak orang tersesat tanpa arah. Namun di tengah kegelapan itu, Yesus datang sebagai terang bagi dunia ini. Dikatakan dalam firman-Nya bahwa Kristus bersemayam dalam terang yang tak terhampiri (1 Tim. 6:16). Namun, Yesus rela turun ke dunia menjadi manusia, agar terang itu tak lagi menjadi sesuatu yang tidak terjangkau, melainkan bersemayam di dalam kita. Inilah yang Yesus katakan, "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Menariknya, perkataan ini Yesus ucapkan kepada orang banyak–termasuk ahli Taurat dan orang-orang Farisi, saat seorang perempuan yang kedapatan berzinah hampir saja dilempari batu sampai mati. Namun Yesus tidak menghukumnya. Di situ Yesus justru menyingkap kegelapan hati orang-orang yang penuh dengan penghakiman dan kesombongan rohani; sekaligus membebaskan perempuan itu, lalu menyuruhnya pulang dan jangan berbuat dosa lagi. Yesus menegaskan bahwa siapa pun yang mengikut Dia tak akan berjalan dalam kegelapan. Di tengah suasana gemerlap Natal ini, satu hal yang sebenarnya paling dibutuhkan manusia ialah terang Kristus. Terang itulah yang menuntun langkah kita, menghangatkan hati yang terluka, dan memberi arah di tengah kegelapan dunia. Biarlah Natal senantiasa menjadi panggilan bagi jiwa kita, untuk selalu hidup di dalam terang Kristus yang tak pernah padam. Jika dahulu kita adalah kegelapan, sekarang kita adalah terang di dalam Tuhan. Karenanya hiduplah sebagai anak-anak terang, yang hanya berbuahkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran (Efesus 5:8-9). [RS]