Berita kelahiran Yesus Kristus adalah kabar yang terdengar mustahil sebab terjadi oleh kuasa Allah, dalam karya Roh Kudus, dengan cara yang manusiawi. Oleh karena itu, Maria sebagai perawan yang akan menikah dengan Yusuf sangat bingung mendengar berita sukacita yang ditujukan kepadanya. Bagaimana mungkin ia bisa mengandung seorang anak laki-laki yang merupakan Mesias yang telah dijanjikan Allah, padahal ia belum bersuami. Sungguh bersyukur untuk iman yang Allah anugerahkan kepadanya sehingga ia meresponi Allah dengan menundukkan diri sebagai hamba Allah dan meyakini rencana Allah pasti terjadi.
Seperti Maria yang memilih percaya di tengah ketidakmungkinan, Allah juga menyingkapkan rencana-Nya kepada orang-orang sederhana yang mau percaya kepada-Nya. Pada malam Yesus lahir di Betlehem, ada sekawanan gembala yang berjaga-jaga atas domba-domba di padang. Mereka adalah orang-orang yang "kecil" dalam sosial Israel tetapi Allah menganugerahkan kabar kesukaan besar kepada mereka bahwa hari ini telah lahir Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud, dengan tanda mereka akan menjumpai seorang bayi yang dibungkus lampin dan terbaring di dalam palungan. Berita besar itu terasa mustahil, tetapi mereka tetap percaya dengan segera berangkat ke Betlehem, dan akhirnya menjumpai Maria, Yusuf dan bayi yang berbaring di dalam palungan tepat seperti kabar sukacita yang mereka terima. Natal adalah kabar kesukaan besar bagi umat Tuhan, sebab Juruselamat telah lahir bagi umat manusia di dunia ini. Kabar sukacita ini menuntut iman yang aktif dari umat Tuhan sebab kelahiran Yesus Kristus terjadi oleh karena kuasa Allah Bapa melalui karya Roh Kudus yang memang tidak mudah diterima oleh logika manusia. Oleh karena itu, bagi kita umat Tuhan masa kini, berita Natal seharusnya tidak menjadi "legenda rohani" tentang Juruselamat saja; berita Natal harus sungguh diterima dengan iman yang aktif, yang menggerakan kita untuk hidup sebagai orang percaya yang senantiasa mencari Kerajaan Allah dan kebenaran Tuhan selama kita hidup di dunia ini. Karenanya, biarlah Natal kali ini kita semakin menguatkan iman percaya kita kepada Yesus. Pupuk iman kita setiap hari melalui doa, perenungan Alkitab, dan rasa syukur atas apa yang telah Allah lakukan. [AP]