Hidup sering kali terasa seperti perjalanan panjang yang penuh dengan pencarian makna, kesuksesan, kebahagiaan, dan kepuasan. Pengkhotbah yang diyakini sebagai Raja Salomo adalah orang yang paling berhikmat. Sebagai orang paling berhikmat yang pernah hidup dan telah mencoba serta memiliki segalanya; mulai dari kekayaan, ketenaran, prestasi, ilmu; di akhir tulisannya ia menyimpulkan satu hal yang paling penting yaitu: "Takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang."
Inilah kesimpulan akhir hidup kita sebagai manusia. Bukan gelar, bukan harta, bukan pencapaian; tetapi relasi dengan Tuhan dan ketaatan kepada-Nya. Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita mendapati "the ultimate closing" dari pengajaran hikmat, pengetahuan, serta penyelidikan dengan akal budi, kepada satu sikap takut akan Tuhan. Di sinilah puncak dari seluruh perenungan Raja Salomo, bahwa semua hal fana, semua pencapaian dunia, dan semua pencarian akan berakhir sia-sia jika tidak berakar pada rasa takut akan Tuhan. Hal ini seharusnya menantang kita untuk melihat ulang arah hidup kita. Apakah kita hidup hanya untuk hari ini dan untuk tujuan-tujuan pribadi, atau sudahkah kita mempersiapkan diri untuk berdiri di hadapan Tuhan, seperti yang dikatakan dalam ayat 14, "Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat." Ingatlah bahwa hidup kita ini bukan tentang kesuksesan duniawi semata, tetapi tentang kesetiaan kepada Tuhan. Pada akhirnya, semua akan diuji bukan berdasarkan standar dunia, tetapi berdasarkan standar kekekalan. Karenanya, mari kita evaluasi prioritas hidup kita, apakah kita lebih sibuk mengejar dunia atau membangun relasi dengan Tuhan? Mulai hari ini, mari kita lebih serius dalam mengikut Tuhan, sebab apa yang kita lakukan hari ini akan berdengung di kekekalan nanti. Mari kita jadikan sikap takut akan Tuhan sebagai fondasi dalam segala aspek keputusan kita. Mulailah mempraktikkan firman Tuhan dan bukan hanya membaca atau mendengarnya. Ketaatan kita dalam keseharian, dalam keluarga, pekerjaan, dan pelayanan adalah bukti dari rasa takut kita akan Tuhan. [RS]