Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mencari sukacita dari hal-hal lahiriah. Mulai dari hiburan, liburan, makanan enak, dan kenyamanan hidup lainnya. Namun Rasul Paulus mengajarkan kita bahwa sukacita sejati tidak datang dari faktor eksternal dan hal-hal duniawi, melainkan dari Roh Kudus yang tinggal dalam diri orang percaya. Ini adalah sukacita yang seharusnya dimiliki dan dirasakan oleh setiap orang percaya, yakni sukacita sejati yang murni, yang bahkan dapat dialami di tengah penderitaan sekalipun. Sayangnya, ada banyak orang Kristen yang tidak merasakan sukacita dari Roh Kudus. Penderitaan, masalah, beban, pekerjaan dan rutinitas seringkali akhirnya merampas sukacita kita.
Firman Tuhan menyatakan bahwa sukacita yang sejati dikerjakan oleh Roh Kudus." (1 Tesalonika 1:6). Ini bukan produk hasil usaha manusia, melainkan anugerah dari Kristus yang diberikan melalui Roh Kudus-Nya. Jadi, jika saja kita benar-benar hidup dalam ketaatan dan persekutuan dengan Roh Kudus, maka Ia akan memenuhi hati kita dengan sukacita. Tuhan Yesus juga mengatakan kepada kita, "Supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh." (Yohanes 15:10-11). Kata "penuh" dalam bahasa Yunani berarti menyelesaikan dan memenuhi sepenuh-penuhnya. Ini menggambarkan suatu keadaan di mana sukacita itu tidak setengah-setengah, bukan sementara, tetapi utuh, lengkap, dan terus-menerus terisi oleh sumbernya, yaitu Roh Kudus. Karena sukacita ini kita peroleh di dalam Roh Kudus, maka kita harus meminta dan berdoa agar Roh Kudus senantiasa memenuhi hati kita. Hari ini coba kita renungkan, apakah sukacita kita selama ini bersumber dari Roh Kudus atau dari dunia ini? Apakah kita masih menggantungkan sukacita kita pada hal-hal yang fana dan mudah berubah? Karena itu, setiap mengawali hari, berdoalah demikian, "Roh Kudus, penuhilah hatiku hari ini. Kuasailah aku dan bekerjalah dalam diriku." Semakin kita menyerahkan diri pada pimpinan Roh Kudus, maka di situlah kita semakin mengalami sukacita yang melampaui segala akal dan pengertian. [RS]