Pernahkah Anda merasa hidup yang Anda jalani terasa sia-sia? Padahal sepertinya Anda sudah sangat sibuk melakukan banyak kegiatan yang tampak penting dan membanggakan. Tetapi sayangnya hati Anda tetap terasa sepi dan hampa. Rasa kosong ini bisa menjadi tanda bahwa nilai hidup tidak ditentukan oleh seberapa banyak aktivitas yang kita jalani, melainkan oleh seberapa bijaksananya kita dalam mengarahkan setiap langkah hidup kita sesuai dengan kehendak Tuhan.
Bacaan firman Tuhan hari ini merupakan permohonan yang sangat dalam dari Musa. Seperti yang kita tahu, Musa hidup dalam pengembaraan di padang gurun bersama bangsa Israel, dan secara langsung menyaksikan banyak kematian. Saat itu Musa memimpin umat yang tegar tengkuk, yang dihukum untuk berputar di padang gurun selama empat puluh tahun hingga seluruh generasi yang tak masuk ke Tanah Perjanjian mati. Kemungkinan besar karena hal inilah Musa memahami betapa fananya hidup manusia. Doanya lahir dari pengalaman melihat waktu hidup yang cepat berlalu, seperti rumput yang tumbuh pagi hari dan layu pada waktu petang. "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana," tutur Musa kepada Tuhan. Kata "menghitung" ini dalam bahasa aslinya dimaknai sebagai tindakan memperhatikan dan menyusun secara teliti. Dalam kaitannya dengan hidup kita, ini artinya merenungkan dengan kesadaran bahwa waktu hidup kita sangatlah singkat–termasuk dengan penderitaan, kesenangan, dan segala kebanggaan di dalamnya–sehingga dengan demikianlah kita beroleh hati yang bijaksana, yaitu tidak hidup dengan sembarangan (Ef 5:15), mempergunakan waktu sebaik mungkin untuk tujuan-tujuan yang kekal (Ef 5:16), hidup secara bertanggung jawab di hadapan Tuhan serta memastikan jalan hidup kita selaras dengan kehendak-Nya (Ef 5:17). Karena itu, jangan sepelekan hari-hari yang kita jalani. Beri waktu setiap hari untuk bersekutu dengan Tuhan dan untuk mengevaluasi hidup kita. Isilah hari-hari hidup kita dengan hal-hal yang bernilai kekal seperti melayani, memberi, mengasihi, dan bertumbuh dalam firman Tuhan. [RS]