Ada begitu banyak cara yang orang-orang lakukan untuk mencari tahu siapa Yesus Kristus. Ada yang dengan membaca Alkitab, mendengarkan khotbah tentang Yesus Kristus, menonton film mengenai kisah Yesus Kristus ataupun video dokumenter mengenai sejarah dan arkeologi zaman Yesus. Namun apakah semua pengetahuan itu dapat menolong seseorang mengenal Yesus Kristus dengan benar? Sebab ternyata, murid-murid yang telah mengikut Yesus dan melayani orang banyak selama tiga tahun, belum juga mengenali Yesus sebagai Anak Manusia, yaitu Mesias yang harus menderita, mati dan dibangkitkan (Luk. 18:31-34).
Ketidakmengertian murid-murid Yesus akan pribadi Yesus sangat berbanding terbalik dengan seorang buta dekat Yerikho yang mengimani Yesus sebagai Anak Daud yaitu Mesias, sekalipun orang banyak mengatakan kepadanya bahwa Yesus hanya orang Nazaret (Yoh 1:46). Iman seorang yang buta ini menggerakkannya untuk berseru kepada Yesus sekalipun banyak orang menyuruhnya diam. Seorang yang buta ini percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang berbelas kasih dan sanggup menyembuhkannya, maka ia terus bergerak mendekat kepada Yesus dan Yesus meresponi iman orang buta itu dan seketika itu juga melihatlah ia karena kuasa Yesus. Ia kemudian mengikuti Yesus dan memuji-muji serta memuliakan Allah. Pemahaman akan Yesus sebagai Mesias tidak dapat didasarkan pada pengetahuan semata ataupun pengalaman fenomenal saja, tetapi perlu adanya iman yang aktif mempercayai pribadi-Nya, perbuatan-Nya dan kuasa-Nya sehingga kita dapat memiliki pengenalan yang benar akan Yesus. Oleh karena itu, marilah kita terus mengejar pengenalan akan pribadi Yesus dengan benar melalui iman yang timbul dari pendengaran akan firman Tuhan, sehingga pemahaman kita akan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat tepat dan sesuai dengan kehendak Allah. [AP]