RENUNGAN INSPIRASI
Salah satu bentuk kasih yang dapat dilakukan oleh seseorang adalah dengan memberi tahu saat sesamanya salah. Tulisan yang diilhamkan Allah sendiri bermanfaat untuk menyatakan kesalahan dan memperbaiki kelakuan. Jadi, teguran atau koreksi adalah sebuah ciri khas dalam kehidupan orang percaya yang akan menarik kita kembali dari kesalahan dan kesesatan.
Bagi kita, menghadapi teguran itu bagaikan menghadapi persimpangan jalan, apakah kita menerima teguran seperti sebuah hinaan atau menerima teguran sebagai sebuah berkat. Sifat asli manusia memang tidak menyukai koreksi dan teguran, bahkan dalam bentuk yang paling lembut sekalipun. Namun bagi kita sebagai orang yang terus berproses dalam pengudusan, kita perlu mengakui kelemahan, keegoisan, dan kecongkakan melalui kata dan tindakan kita. Dengan begitu, kita dapat melihat teguran sebagai penyeimbang, bahkan obat yang manjur. Kita bisa mencontoh Raja Daud. Ia izinkan orang benar memalu dan menghukumnya, sebab baginya itulah kasih (Mazmur 141:5). Kitab hikmat juga memberi tahu kita bahwa mereka yang mau menerima teguran adalah orang yang dihormati (Amsal 13:18), dan memperoleh akal budi (Amsal 15:32). Namun kepada orang-orang yang menolak teguran, firman Tuhan mengatakan mereka tersesat (Amsal 10:17), tidak bijak (Amsal 15:5), dungu (Amsal 12:1), dan tidak menghargai dirinya sendiri (Amsal 15:32), dan apabila mereka terus menerus menjadi orang yang tidak terima ditegur, suatu waktu mereka akan hancur tanpa dapat dipulihkan lagi (Amsal 29:1). Oleh karena itu, lain kali Anda ditegur oleh pemimpin, orang tua, pasangan, sahabat, atau rekan kerja, tidak perlu langsung bereaksi. Dengarkan terlebih dahulu dan renungkan teguran tersebut. Jika teguran tersebut menjadikan Anda orang yang lebih baik, terimalah dengan senang hati. Lagi pula, "Orang yang menarik manfaat dari kritik yang membangun akan disebut bijaksana. Tetapi menolak kritik akan merugikan diri sendiri." (Amsal 15:31 FAYH). [LS]
REFLEKSI DIRI
1. Pernahkah Anda merasa terhina dan tersinggung dengan sebuah teguran? Mengapa?
2. Bagaimana seharusnya sikap kita, sebagai orang yang terus berproses di dalam pengudusan, merespons sebuah teguran?
POKOK DOA
Tuhan Yesus, aku bersyukur kembali diingatkan atas responsku terhadap suatu teguran. Aku mau menghadapi setiap teguran dengan kepala dingin. Kiranya Roh Kudus memberiku ketenangan, dan pandangan yang benar atas suatu teguran. Di dalam nama Yesus. Amin.
Pokok Doa 21 hari, Tahun 2024
Hari ke-20: (30 Januari)
Gereja : Iblis dan kerajaan kegelapan mengincar generasi muda, anak muda Kristen adalah masa depan gereja, doakan agar setiap orang tua dan para mentor dapat mengajarkan anak-anaknya hidup takut akan Tuhan, bertumbuh dalam iman, selalu mengingat kebaikan Tuhan, memegang kebenaran Firman-Nya, dan menjaga kekudusan.
Negara : Doakan peningkatan kualitas SDM bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun perusahaan swasta di Indonesia, agar pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan bagi para tenaga ahli supaya tetap bekerja di Indonesia. Pemerintah dapat menciptakan iklim kerja yang baik, tertata, disiplin, dan adil, sehingga hidup keluarga Indonesia sejahtera. Berdoa untuk IKN (ibu kota Nusantara) supaya tempat ini bukan hanya menjadi pusat pemerintahan tetapi dipakai Tuhan menjadi pusat pemberitaan Injil juga.
Dunia : Doakan dampak transformasi dunia digital, dan perkembangan teknologi informatika. Meningkatnya penggunaan internet dan berbagai aplikasi yg disalah-gunakan, kita percaya bahwa Tuhan lebih berkuasa atas ilmu pengetahuan, semua ada dalam kendali-Nya, termasuk perkembangan teknologi Artificial Intellegence (AI) / kecerdasan buatan yg meresahkan, serangan siber yg mengganggu perusahaan bahkan Negara supaya dapat dikendalikan, Tuhan bangkitkan generasi muda Kristen yg dapat meningkatkan kapasitas inovasi dan pertumbuhan produktivitas di Indonesia.
YANG HARUS DILAKUKAN
Menyadari kelemahan diri kita dan memandang teguran secara netral. Tidak perlu langsung bereaksi, dengarkan saja terlebih dahulu.
HIKMAT HARI INI
Sampai kapan pun Anda tidak bisa menerima teguran dan koreksi bila Anda tidak rendah hati untuk mendengarkan.