Hidup dalam iman, mungkin bukan suatu hal yang familier di telinga kita. Tetapi bagaimanapun juga, saat telah menjadi orang percaya berlaku bagi setiap kita untuk hidup dalam iman. Firman Tuhan berkata bahwa tanpa iman kita tidak mungkin berkenan kepada Allah atau menerima sesuatu dari pada-Nya (Ibrani 11:6). Itu sebabnya, kehidupan rohani kita harus berakar di dalam iman. Hidup beriman adalah hal mutlak bagi setiap orang percaya.
Rasul Paulus mendeskripsikan bagaimana cara hidup orang beriman dengan berkata, "Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat." Ini berarti hidup orang percaya adalah hidup yang menaruh kebergantungan penuh kepada Tuhan, dan bukan kepada hal-hal yang tampak di depan mata kita. Faktanya, manusia sering sekali malah menaruh kebergantungan terhadap hal-hal dunia ini, dan bukan pada Tuhan. Berpikir bahwa hanya dengan kepintaran dapat menjamin masa depan, hanya dengan kekayaan dapat menjamin kesejahteraan dan kesehatan, dan hanya dengan jabatan dapat menjamin kekuatan. Padahal hal-hal demikian dapat hilang dalam sekejap. Kita perlu ingat bahwa setiap kita membutuhkan Tuhan. Kita tidak mungkin mengandalkan kekuatan kita sendiri. Bahkan seperti yang dikatakan oleh firman Tuhan "terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri" (Yeremia 17:5). Karenanya, kita harus mengandalkan Tuhan dalam rencana kehidupan dan masa depan kita, dan itu hanya dapat kita jalani dengan hidup di dalam iman kepada Tuhan. Kebergantungan dan penyerahan hidup sepenuhnya harus dipraktikkan sebagai perwujudan dari iman itu. Berapa banyak dari kita yang hidup hari demi hari tanpa merasakan kebutuhan untuk bergantung pada Tuhan? Hidup dalam iman akan memampukan kita untuk menaruh kepercayaan kita sepenuhnya kepada Tuhan sehingga kita tak lagi mengandalkan diri sendiri. Hiduplah dalam iman, sebab hidup kita ini adalah hidup karena percaya. [RS]