Saling mengasihi disebutkan sebagai perintah di dalam Alkitab. Artinya, saling mengasihi bukanlah pilihan dalam hidup kita. Mengasihi bukanlah sesuatu yang kita lakukan hanya jika kita merasa suka. Mengasihi harus menjadi tanggapan yang disengaja terhadap orang lain. Tidak sedikit dari kita yang sulit untuk melakukannya karena kita menganggap kasih sebagai perasaan. Tetapi kasih yang Yesus bicarakan di sini adalah keputusan.
Kita dapat yakin akan satu hal bahwa Ia tidak akan pernah memerintahkan kita untuk melakukan apa yang tidak mungkin kita lakukan. Rahasia untuk dapat saling mengasihi adalah mengetahui bahwa kita dikasihi Tuhan dan kita mengasihi Tuhan. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih Tuhan kepada kita, dan Ia telah memberikan teladan kasih terbesar, yaitu kasih yang memberi nyawa kepada para sahabat (Yohanes 15:13). Yesus pun memerintahkan kita untuk saling mengasihi, sama seperti Dia telah mengasihi kita (Yohanes 13:3). Kita mungkin bertanya-tanya bagaimana kita dapat mengasihi seperti itu? Bagaimana kita memberikan nyawa kita kepada orang lain? Bahkan apabila kita benar-benar rela memberikan nyawa kita kepada orang lain, mungkin tidak ada kesempatan bagi kita untuk melakukannya, dan jika dilakukan, hanya bisa dilakukan satu kali, karena kita hanya memiliki satu nyawa. Kasih yang menyerahkan nyawanya untuk orang lain berarti lebih dari sekadar mati secara fisik untuk mereka. Yang dimaksud di sini adalah kita menyerahkan diri kita untuk kepentingan orang lain, ketika kita berusaha untuk memenuhi kebutuhan seorang teman dalam keterbatasan kita, ketika kita bersedia untuk menghabiskan waktu dengan seseorang yang meminta waktu kita untuk mendengarkan mereka, bersikap sabar terhadap mereka, membagikan karunia dan bakat kita, dan berdoa bagi mereka. Yesus sebagai teladan kasih, Ia taat dengan rela menyerahkan nyawa-Nya bagi kita orang berdosa. Kasih adalah sesuatu yang kita tunjukkan kepada orang lain, sebagai rasa terima kasih kita atas semua yang telah Yesus lakukan bagi kita dan juga sebagai bentuk ketaatan kita kepada perintah Tuhan. Mari kita membagikan kasih yang telah kita terima di mana pun kita berada, sebagai bentuk ketaatan terlepas dari apakah mereka pantas atau tidak untuk menerima kasih. Walaupun mungkin tidak mudah untuk mengasihi mereka yang kita anggap sulit, tetapi kasih karunia Tuhan akan membantu kita melakukannya. Berdoalah untuk hati yang penuh kasih dan kepedulian terhadap orang lain, dan agar kita menjadi cerminan kasih Kristus. [EH]