RENUNGAN INSPIRASI
"Nobody̢۪s perfect" adalah ungkapan yang menyatakan bahwa tak ada manusia yang sempurna. Pada dasarnya, ketidaksempurnaan adalah sesuatu yang normal, karena setiap kita pasti memiliki kekurangan dan keterbatasan. Kendati demikian, tak banyak orang yang bisa menerima dirinya dengan segala keterbatasan dan ketidaksempurnaannya.
Rasul Paulus sendiri menyadari ketidaksempurnaannya. Di dalam suratnya, Paulus menyebut bahwa ia diberi suatu duri dalam daging. Ini adalah sebuah frase yang dipakai oleh Paulus untuk menyebut suatu "kelemahan dan gangguan" dalam kehidupan seseorang. Sampai tiga kali ia telah meminta dan berseru pada Tuhan untuk menyingkirkannya. Tetapi tentang hal itu, Tuhan tidak mengabulkannya. Namun mari perhatikan respon Paulus selanjutnya. Paulus sadar akan ketidaksempurnaannya, dan tidak menjadi lumpuh karenanya. Ia menerima ketidaksempurnaan itu sebagai pengingat yang senantiasa menyadarkannya untuk tetap rendah hati. Demikianlah seharusnya sikap kita dalam memandang ketidaksempurnaan. Siapa pun dari kita pasti memiliki kelemahan, dan itu ada untuk menjadi alarm supaya kita tidak memegahkan diri, agar kita selalu menyadari keterbatasan kita dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Terima dan sayangi diri kita seutuhnya, peluklah ketidaksempurnaan itu. Menerima diri sendiri, dengan segala ketidaksempurnaannya adalah bukti bahwa kita menghargai diri kita yang telah dikasihi oleh Tuhan, hingga Ia memberikan nyawa-Nya bagi kita. Menerima diri sendiri juga berarti tidak terjebak di dalam ketidaksempurnaan itu. Sering kali kita terlalu fokus pada ketidaksempurnaan, bahkan kita menjadi lemah karena keterbatasan di dalam diri. Tetapi seperti yang Paulus katakan bahwa kasih karunia Tuhan cukup bagi kita, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Nya menjadi sempurna. Jangan lupa bahwa setiap kita juga memiliki kekuatan dan kelebihan. Yang perlu kita lakukan adalah berjuang memperkuat kelebihan kita, sehingga nama Tuhan dimuliakan di dalam kehidupan kita. [RS]
REFLEKSI DIRI
1. Bagaimana Anda memandang setiap kelemahan dan keterbatasan dalam diri Anda selama ini?
2. Sesuai dengan sudut pandang firman Tuhan, bagaimana seharusnya kita menyikapi setiap kelemahan dan keterbatasan di dalam diri kita?
POKOK DOA
Tuhan, sering kali aku menjadi lemah karena keterbasan-keterbatasanku. Tetapi firman-Mu mengajar bahwa kasih karunia-Mu cukup bagiku, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Mu menjadi sempurna. Terima kasih Tuhan Yesus. Dalam nama Yesus. Amin.
Pokok Doa 21 hari, Tahun 2024
Hari ke-12: (22 Januari)
Gereja : Doakan ibadah raya NDC menjadi sarana untuk mengajar jemaat memahami Firman Tuhan dengan baik dan benar. Setiap Firman yang dibagikan diatas mimbar baik pada ibadah onsite ataupun online, dipenuhi kuasa Roh Kudus agar yang mendengar dilawat dan diurapi Tuhan. Jemaat memiiki iman yang terus bertumbuh, oleh iman ada kesembuhan, kelepasan dari ikatan dosa, pemulihan jiwa yg hancur, kemenangan atas setiap persoalan, terjadi pertobatan dan keselamatan bagi yang terhilang.
Negara : Mari doakan keselamatan dan perlindungan Tuhan atas orang-orang percaya dari kecelakaan, mara bahaya, tindakan kriminal, pembegalan, perampokan, pencurian, pembunuhan, penganiayaan, tawuran, dst. Tuhan Yesus adalah tempat perlindungan, keamanan ada di sekeliling rumah dan tempat usaha kita, Tuhan menuntun dan menjaga jalan kita, kemenangan demi kemenangan akan terjadi di dalam kehidupan kita orang percaya.
Dunia : Doakan negara dan suku di seluruh dunia yang belum terjangkau berita Injil. Tuhan berikan keterbukaan dan niat baik dari otoritas di wilayah negara/daerah tsb. Gereja baru dibangun untuk penduduk asli, terjadi pertumbuhan orang percaya disana, ada pemuridan dan pendampingan. Berikan keamanan atas hidup orang yang baru terima Tuhan Yesus sebagai juru selamatnya. Lahir penginjil - penginjil diantara masyarakat lokal.
YANG HARUS DILAKUKAN
Terimalah setiap kelemahan dan keterbatasan dalam diri kita dan maksimalkanlah kekuatan kita.
HIKMAT HARI INI
Ketidaksempurnaan di dalam diri merupakan alarm untuk mengingatkan bahwa setiap kita memerlukan kasih karunia Tuhan.