Suzanna Wesley adalah seorang wanita luar biasa yang membawa dampak besar dalam sejarah kekristenan. Dari dialah anak-anaknya belajar mengenal Tuhan, sehingga Charles dan John Wesley, dipakai Tuhan dengan luar biasa. Suatu kali John bertanya kepada Suzanna apa definisi dari dosa. Suzanna pun menjawab demikian, "Nak, apa pun yang melemahkan akal pikiran, merusak kepekaan hati nurani, mengaburkan perasaanmu tentang Tuhan, atau mencuri kenikmatanmu akan hal-hal rohani. Singkat kata, apa pun yang menambah wewenang dan kuasa kedagingan di atas Roh, maka hal itu bagimu adalah dosa, betapa baik pun hal itu pada hakekatnya." Ibunya menanamkan kepadanya kepekaan terhadap dosa, dan itu menjadi penuntun di sepanjang kehidupan John.
Setiap kita seharusnya memiliki kepekaan terhadap dosa. Jangan kita berpikir bahwa dosa hanyalah hal-hal jahat yang kita lakukan seperti mencuri, membunuh, atau berzinah. Makna dosa lebih daripada itu. Dalam bahasa aslinya, dosa yang disebut "hamartia" berarti kehilangan atau meleset dari sasaran yang ditetapkan. Jika semisal kita ingin melepas anak panah menuju ke sasaran, tetapi anak panah itu meleset hanya beberapa mili, itulah yang disebut hamartia atau dosa. Yesus pernah berkata setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya sudah dianggap berzinah (Matius 5:27-28). Alkitab menegaskan bahwa yang membenci seseorang, sudah membunuh (1 Yohanes 3:15). Dari sini kita melihat standar Tuhan terhadap dosa mencakup totalitas dan motivasi hati kita, itu melampaui perbuatan nyata yang kita lakukan. Tuhan menilai keseluruhan hidup sampai ke kedalaman hati sanubari kita, dan itu sampai pada motivasi terdalam kita di hadapan Tuhan, yang mana orang lain tidak dapat melihatnya. Karenanya, marilah kita bertanggung jawab atas segala motivasi hati kita dan niat di dalam pikiran kita. Hati-hati dengan segala hal terselubung di dalam hati dan pikiran kita. Sebab segalanya terbuka di hadapan Tuhan, yang menguji hati dan batin kita. [RS]