RENUNGAN INSPIRASI
Alkitab memperkenalkan kita kepada tokoh-tokoh iman. Saat kita mencermati bagaimana Alkitab menuliskannya, iman mereka selalu diiringi dengan tindakan. Karena iman, Habel mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik. Karena iman, Nuh dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya. Karena iman, Abraham taat ketika ia dipanggil untuk berangkat ke suatu negeri dengan tidak mengetahui tempat yang ia tuju, dan karena iman pula, Rahab, seorang perempuan sundal, tidak turut binasa karena ia menyambut para pengintai dengan baik. Di sinilah kita melihat bahwa iman yang sejati memberi pengaruh terhadap pandangan hidup, tingkah laku, dan perbuatan sehari-hari.
Kisah Rahab dalam Kitab Yosua menunjukkan bagaimana iman itu bertindak ketika ia memutuskan untuk menyembunyikan dua pengintai Israel dan membantu mereka melarikan diri. Yang menarik, Rahab bukanlah bagian dari umat Israel, ia bukan orang yang terpandang, dan berprofesi rendah. Namun ia mendengar bahwa Tuhan melakukan mujizat atas bangsa Israel dan cerita tersebut menimbulkan iman yang bertindak. Iman Rahab tidak hanya ada dalam pikiran atau kata-katanya saja, namun juga saat diperhadapkan dengan situasi dan keputusan yang sulit, karena ia bisa saja dihukum mati oleh bangsanya. Dari Rahab, kita belajar bahwa Tuhan memperhitungkan iman yang bertindak, terlepas dari latar belakang atau masa lalu kita. Hal ini sekaligus membuat kita mengerti bahwa ketika kita diberikan kesempatan untuk mendengarkan Firman Tuhan dan kabar baik yang menimbulkan iman dalam diri kita, marilah kita bertindak sesuai dengan iman kita tersebut. Banyak hal yang dapat kita lakukan dalam hidup ini sebagai bentuk perwujudan iman kita. Di tempat kerja, bekerjalah dengan tulus dan sungguh-sungguh. Di tempat tinggal atau lingkungan Anda lainnya, tolonglah sesama yang membutuhkan, perkatakan hal-hal yang baik, hiduplah dengan jujur dan berintegritas. [IR, LS]