DIMAMPUKAN UNTUK TIDAK MEMBALAS

Selasa,16 Januari 2024

BACAAN ALKITAB HARI INI

1 Petrus 2:19-23

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

1 Petrus 2:23

RENUNGAN INSPIRASI

Petrus adalah salah satu murid Yesus yang pertama. Ia mendengarkan pengajaran Yesus, melihat Yesus menyembuhkan dan membangkitkan orang mati, memberi makan lima ribu orang lebih, berjalan di atas air bersama Yesus, termasuk yang menemani-Nya saat di Getsemani. Petrus melihat apa yang dilakukan dan yang tidak dilakukan oleh Yesus, persisnya ketika orang-orang mengejek, memfitnah, dan mencerca-Nya. Apa yang tidak dilakukan Yesus meninggalkan kesan yang tak terlupakan bagi Petrus, dan ini bisa kita lihat dari surat yang ditulisnya kepada orang-orang Kristen saat ini, yang juga sedang dicaci maki, dihina, difitnah, dan mungkin tergoda untuk membalas mereka dengan cara yang sama. Petrus bersaksi, "Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil."
Tidak membalas perlakuan buruk seseorang bukanlah respon alami kita sebagai manusia. Begitu pun Yesus saat di dunia. Namun kita bisa melihat apa yang membuat-Nya kuat dan mampu untuk tidak membalas, yaitu Ia selalu mengingat kepada Allah, Ia mempercayakan perkara-Nya kepada Hakim yang adil itu. Namun mengingat dan mempercayakan perkara kita kepada Allah tidak terjadi begitu saja. Yesus melatih diri-Nya melalui kebiasaan bersekutu dengan Bapa, Ia menunjukkan kasih-Nya kepada murid-murid yang belum dewasa dan orang-orang yang ditemui-Nya, Yesus juga terus memperkatakan apa yang tertulis dalam Kitab Suci. Dengan cara demikian, kita pun dimampukan untuk tidak membalas. Kita harus selalu mengingat Allah, mempercayakan diri kita kepada-Nya, Sang Hakim yang adil. Mulai saat ini, pupuklah kehidupan yang penuh kepercayaan pada Bapa melalui persekutuan setiap hari bersama-Nya, melalui tindakan kasih kita kepada orang-orang di sekeliling kita, dan juga melalui firman yang senantiasa kita perkatakan. Niscaya, ketika caci maki datang, kita mampu untuk tidak membiarkan rasa sakit menusuk hati kita, kita mampu untuk tidak membalas, karena kita mengingat Allah yang menghakimi dengan adil pada waktu-Nya. [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Apakah Anda sedang memiliki perasaan untuk membalas caci maki/hinaan seseorang? Mengapa Anda begitu ingin membalas?
2. Apa kekuatan kita untuk tidak membalas? Bagaimana Anda menerapkannya dalam hidup?

POKOK DOA

Allah Bapa, aku hendak mengingat Engkau, aku hendak mempercayakan perkaraku pada-Mu, Sang Hakim yang adil. Kiranya aku beroleh kasih karunia-Mu oleh karena sabarku menderita perlakuan yang tidak adil. Demi nama Yesus. Amin.

Pokok Doa 21 hari, Tahun 2024
Hari ke-6 : (16 Januari)
Gereja : Setiap keluarga di NDC setia merenungkan Firman Tuhan baik melalui Revive maupun Bible Study, membangun mezbah keluarga setiap hari sehingga shekinah glory / hadirat Tuhan turun memberkati dan mempersatukan anggota keluarga untuk hidup rukun bersama.

Negara : Doakan agar orang percaya sadar dan berjaga-jaga dari situasi buruk jaman ini yang mempengaruhi gaya hidup orang benar, lepaskan dan jauhkan orang percaya / anak Tuhan dari pengaruh LGBT, ketergantungan Narkoba & alkohol, pergaulan bebas dan pornografi juga terjebak judi/pinjaman online dll. Bila sedang terikat minta kekuatan dari Tuhan dan diberikan kemauan agar mengambil keputusan untuk lepas dari kebiasaan buruk tsb.

Dunia : Doakan korban-korban bencana alam di berbagai tempat di dunia khususnya Indonesia, Tuhan pulihkan hidupnya, berikan damai sejahtera ganti ketakutan dan trauma, Tuhan menjadi tempat perlindungan yang teguh, sumber kekuatan dan penghiburan khususnya bagi orang percaya yang terdampak bencana. Gereja hadir melayani mereka yang berduka dan kehilangan.

YANG HARUS DILAKUKAN

Ingatlah Allah, yang menghakimi dengan adil. Pupuklah kehidupan yang penuh kepercayaan pada Bapa melalui persekutuan setiap hari bersama-Nya, melalui tindakan kasih kita kepada orang-orang di sekeliling kita, dan juga melalui firman yang senantiasa kita perkatakan.

HIKMAT HARI INI

Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com