Petrus adalah salah satu murid Yesus yang pertama. Ia mendengarkan pengajaran Yesus, melihat Yesus menyembuhkan dan membangkitkan orang mati, memberi makan lima ribu orang lebih, berjalan di atas air bersama Yesus, termasuk yang menemani-Nya saat di Getsemani. Petrus melihat apa yang dilakukan dan yang tidak dilakukan oleh Yesus, persisnya ketika orang-orang mengejek, memfitnah, dan mencerca-Nya. Apa yang tidak dilakukan Yesus meninggalkan kesan yang tak terlupakan bagi Petrus, dan ini bisa kita lihat dari surat yang ditulisnya kepada orang-orang Kristen saat ini, yang juga sedang dicaci maki, dihina, difitnah, dan mungkin tergoda untuk membalas mereka dengan cara yang sama. Petrus bersaksi, "Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil."
Tidak membalas perlakuan buruk seseorang bukanlah respon alami kita sebagai manusia. Begitu pun Yesus saat di dunia. Namun kita bisa melihat apa yang membuat-Nya kuat dan mampu untuk tidak membalas, yaitu Ia selalu mengingat kepada Allah, Ia mempercayakan perkara-Nya kepada Hakim yang adil itu. Namun mengingat dan mempercayakan perkara kita kepada Allah tidak terjadi begitu saja. Yesus melatih diri-Nya melalui kebiasaan bersekutu dengan Bapa, Ia menunjukkan kasih-Nya kepada murid-murid yang belum dewasa dan orang-orang yang ditemui-Nya, Yesus juga terus memperkatakan apa yang tertulis dalam Kitab Suci. Dengan cara demikian, kita pun dimampukan untuk tidak membalas. Kita harus selalu mengingat Allah, mempercayakan diri kita kepada-Nya, Sang Hakim yang adil. Mulai saat ini, pupuklah kehidupan yang penuh kepercayaan pada Bapa melalui persekutuan setiap hari bersama-Nya, melalui tindakan kasih kita kepada orang-orang di sekeliling kita, dan juga melalui firman yang senantiasa kita perkatakan. Niscaya, ketika caci maki datang, kita mampu untuk tidak membiarkan rasa sakit menusuk hati kita, kita mampu untuk tidak membalas, karena kita mengingat Allah yang menghakimi dengan adil pada waktu-Nya. [LS]