Pernahkah Anda mengalami hari-hari ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai harapan? Ada hari-hari buruk yang membuat kita tersadar bahwa hidup ini penuh dengan masalah dan tekanan. Alkitab mengatakan bahwa kita tidak perlu terkejut dengan permasalahan hidup. Kita akan diganggu oleh segala macam cobaan dan godaan, dan ini bukan suatu kebetulan—ini terjadi untuk membuktikan iman kita (1 Petrus 1:7). Tidak ada sesuatu pun yang datang ke dalam hidup kita secara kebetulan. Seperti yang dikatakan Roma 8:28, "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah". Termasuk kesulitan, kejengkelan, dan gangguan, semuanya punya tujuan.
Jadi bagaimana cara kita menanggapi kesulitan? Yakobus 1:2-3 mengatakan, "Anggaplah sebagai kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." Tuhan menggunakan kesulitan untuk menguji iman kita, dan iman kita bertambah ketika kita terus bersukacita dan menjaga sikap positif meskipun segala sesuatunya tidak berjalan baik. Ketika kita tetap bersyukur dan bersikap positif serta terus mempercayai Tuhan bahkan di tengah kesulitan, iman kita semakin kuat. Firman Tuhan menantang kita untuk menanggapi ujian dan pencobaan dengan sukacita. Sukacita semacam ini bukanlah topeng yang kita kenakan, namun harapan yang kita pilih untuk temukan di dalam Kristus, apa pun situasinya. Saat kita mengarahkan pandangan kita pada Yesus, memilih untuk berfokus pada Dia daripada keadaan kita, kita akan menemukan bahwa Dia menguatkan kita untuk menghadapi setiap peperangan rohani. Ketika kita berakar di dalam Kristus, tidak menjadi masalah apa yang terjadi atas kita. Seperti Yusuf, kita mungkin "dipenjarakan Firaun", tetapi kita bisa bangkit dan menjadi "perdana menteri Mesir". Seperti Daniel, kita mungkin "dimasukkan ke dalam gua singa", tetapi kita bisa bangkit dan menjadi "penasihat raja Persia". Juga seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, kita mungkin "dimasukkan ke dalam tungku api", tetapi kita dapat bangkit dan menjadi "saksi bagi raja-raja" karena Tuhan menyertai Anda. Bagaimana Anda menanggapi keadaan yang menguji iman Anda hari ini? Apakah Anda langsung menyerah, atau memusatkan perhatian pada Yesus? Jangan biarkan cobaan mengikis iman kepada Tuhan. Jangan biarkan ujian membuat hatimu menjadi dingin. Panggillah bantuan Tuhan, dan andalkan kekuatan-Nya. Hikmat dan kuasa Tuhan akan ditemukan melalui pencobaan-pencobaan yang dilalui oleh anak-anak-Nya. "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari penderitaan kami" (2 Korintus 4:17). [EH]