Dunia kita sangat terburu-buru. Semua orang mengukur kesuksesan dari aktivitas, proyek, kinerja, dan pencapaian. Sehingga menemukan waktu untuk berdiam bersama Tuhan demi pertumbuhan rohani menjadi prioritas yang hilang. Orang-orang membaca firman dengan cepat, mereka berdoa dengan kilat. Teolog dan penulis Eugene Peterson menuliskan bahwa orang-orang yang ia pimpin, ajarkan, nasihati, dan doakan, selalu menginginkan jalan pintas dan tidak sabar untuk mendapatkan hasil. Kehidupan Kristen tidak mungkin menjadi dewasa dalam kondisi dan cara demikian.
Orang yang sangat tahu akan kebutuhannya terhadap waktu sendirian dengan Tuhan adalah Raja Daud. Meski dihadapkan dengan pencobaan dan tekanan, ia berseru bahwa tak akan ada yang dapat menghalanginya untuk bertemu dengan Tuhan setiap hari, terutama di awal harinya, "TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu." (Mazmur 5:3). Kita jadi tahu bahwa pertemuan intim dengan Tuhan pagi demi pagi inilah yang menumbuhkan iman Daud dan membuatnya menjadi orang yang berkenan di hati Tuhan. Itu pula sebabnya Tuhan meminta kita untuk masuk ke dalam kamar, menutup pintu, dan berdoalah kepada Bapa. Maka Bapa yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Pahala dari menyendiri dengan Tuhan mungkin tak langsung terlihat. Ketidaksabaran dan ketidaktekunan kita mendorong kita lari pada sesuatu yang lebih praktis dan cepat. Tapi ini adalah penipuan terhadap diri kita, sebab efek negatif dari mengabaikan waktu menyendiri bersama Tuhan juga tidak langsung terlihat. Perlahan tapi pasti, kita akan melihat tanda-tanda kerusakan rohani dan moral. Memang menyendiri dengan Tuhan tidaklah mudah dan membutuhkan disiplin ketat. Iblis bekerja lembur untuk mempersulitnya dengan berbagai macam situasi dan kondisi yang mengganggu kita. Tapi hari ini kita harus sadar dan tegas terhadap diri sendiri mengenai waktu menyendiri dengan Tuhan. Para istri, ibu, ayah, suami, anak-anak, pekerja kantor, pelajar, pebisnis, dan semua orang tanpa terkecuali harus membangun kebiasaan menyendiri bersama Tuhan. Tak ada yang bisa menggantikan waktu bersama-Nya. Raja Daud adalah saksi hidup bahwa melalui waktu menyendiri bersama Tuhan-lah, kita mampu mengembangkan serta memelihara pikiran yang berpusat pada Roh, kita dapat menjaga kehidupan spiritual kita sehingga Tuhan tetap menjadi satu-satunya pengendali hidup kita. [LS]