Mengalami kuasa Tuhan seharusnya menjadi berkat khusus yang dapat kita nikmati sebagai orang percaya di dalam perjalanan spriritual kita. Sayangnya tak selalu demikian, karena kita tidak memberdayakan sarana yang diberikan oleh Tuhan untuk memperolehnya, yaitu melalui doa. Ketika para murid tidak bisa mengusir Setan, mereka bertanya kepada Yesus, dan jawaban-Nya adalah, "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa." (Markus 9:29). Jadi, doa adalah pintu untuk mengalami kuasa Tuhan.
Kita bisa belajar dari kehidupan Nabi Elia. Alkitab menekankan bahwa Elia adalah manusia biasa sama seperti kita. Tetapi Elia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga setengah tahun. Lalu ia berdoa pula dan langit pun menurunkan hujan (Yakobus 5:17-18). Bila kembali ke awal kisah ini, Tuhan berfirman kepada Elia untuk memperlihatkan dirinya kepada Ahab, sebab Tuhan hendak memberi hujan (1 Raja-raja 18:1). Tentu saja Elia beriman akan hal tersebut, itu sebabnya ia menaati Tuhan. Tetapi perhatikanlah, apakah hujan segera turun saat Tuhan selesai berfirman kepadanya? Apa yang dilakukan Elia agar hujan akhirnya turun? Jawabannya adalah Elia berdoa dengan sungguh-sungguh. Setelah berdoa, ia berkata dan menyuruh hambanya untuk naik dan melihat apakah ada tanda-tanda hujan, tetapi tidak terjadi apa-apa. Bahkan sampai tujuh kali Elia berdoa, barulah tampak awan kecil. Elia pun meminta hambanya untuk memberitahu Ahab bahwa hujan akan segera turun. Seketika itu hujan pun turun (1 Raja-raja 18:41-44). Doa berperan besar bagi terwujudnya suatu hal yang kita harapkan dan belum kita lihat. Seberapa banyak dari kita mengharapkan perkara-perkara ajaib terjadi dalam hidup kita? Rindukah kita kemuliaan Tuhan nyata melalui kesaksian hidup kita? Sudahkah kita setia bertekun di dalam doa kepada Tuhan? Atau karena belum mendapat jawaban doa, kita berhenti di tengah jalan dan berdoa seperlunya saja? Hari ini kita diingatkan untuk berdoa dengan iman, yaitu doa yang dipanjatkan dengan keyakinan penuh kepada Tuhan dan dengan tidak jemu-jemu. [RS]